Kantongi Dulu Sertifikasi IOF Sebelum Bikin Event Offroad

491

OtomotifZone.com – Jakarta. Tak mudah menggelar sebuah kejuaraan offroad. Pasalnya ada banyak hal yang selama ini dianggap sepele oleh penyelenggara atau event organizer. Apalagi olahraga otomotif satu ini sarat dengan rintangan dan tantangan, sekaligus ada pantangan.

Perlu diakui, pelaksanaan event offroad yang berkualitas tidaklah mudah. Selain memerlukan persiapan matang, dana cukup, tentu perlu SDM terlatih. Untuk menjadi penyelenggara event bisa saja digelar Event Organizer (EO) profesional atau klub otomotif terdaftar sebagai anggota IOF.

Tak salah bila IOF menyiapkan panduan untuk EO. “Gunanya agar event terlaksana sukses dan berhasil, serta aman sesuai standar,” jelas Hendrik Badu, Ketua Bidang V IOF Pusat yang konsen divisi Diklat Bina Litbang. Departemen Divisi V di IOF menaungi bidang Pendidikan dan Latihan (Diklat), Pembinaan Anggota, Penelitian dan Pengembangan (Litbang), serta Stewart dan Technical Delegate.

Diklat marshall & time keeper pra-event
Diklat marshall & time keeper pra-event

Tugasnya, mengadakan pembinaan, pendidikan dan pelatihan kepada anggota klub dalam bidang mutu. Lalu pengetahuan teknik dan keterampilan, serta teknik lomba. Selanjutnya mengadakan dan mengembangkan pembinaan pendidikan dan latihan bagi anggota sesuai dengan kategori keanggotaan. Tak lupa mengadakan dan mengembangkan penelitian dan teknologi sesuai dengan kebutuhan misi anggota. Terakhir mensosialisasikan Regulasi IOF, mulai Adventure, Rock Crawling, Mud Racing, Gilas Mobil sampai Racing Offroad.

Nah, jika lulus diklat, berhak dapat sertifikat. “Sertifikasi IOF suatu bentuk legitimasi kompetensi yang dikeluarkan IOF Pusat. Ada beberapa kategorinya,” beber Hendrik Badu yang paling rajin turun gunung ke daerah sebelum event offroad digelar.

Paling tinggi kategori C1 buat Instruktur, Ahli atau Nara Sumber di bidang event yang memahami semua aturan dan regulasi termasuk founder IOF. Lalu C2 bagi Technical Delegate atau Juri. Lanjut C3 untuk Event Director atau Pimpinan Perlombaan. Bedanya, C2 dan C3 berdasarkan kategori divisi. Mau pilih yang mana dari 5 divisi yang ada di bawah IOF.

Selanjutnya C4 buat Competition atau Race Director termasuk Track Master. Lanjut C5 untuk petugas Scrutineering. C6 bagi Scorer atau Kamar Hitung dan C7 untuk Marshall atau Time Keeper. Masih ada satu lagi C7S bagi petugas khusus Safety. Lengkap kan?

Salah seorang yang paling sering adakan diklat yakni Fion Kamil yang sering disebut Track Master. “Diklat dilakukan untuk standardisasi kwalitas dan regulasi yang dipergunakan pada setiap gelaran event. Diharapkan hasil diklat dapat diterapkan oleh semua pemegang lisensi. Saran, sebaiknya ada tahapan magang sebelum pemegang lisensi dapat menggunakan atau menerapkan ilmunya. Ini penting untuk menghindarkan salah interpretasi regulasi dan munculnya keputusan yang tidak sesuai regulasi,” ujar Fion Kamil.
Penulis: Noverry | Foto: Donde