Grand Final Dragrace 2016 Surabaya : Ada apa dengan GBT

683
kelas-bracket-10-detik

OtomotifZone.com – Surabaya, Grand Final Kejurnas Dragrace terselesaikan di kota Surabaya, Jawatimur (1/1). Ajang bergengsi bagi para dragster nasional khususnya Roda empat itu sedianya dihelat di kawasan GOR Bung Tomo (GBT) kecamatan Pakal Benowo , Surabaya. Namun hanya selang dua hari sebelum race day berlangsung, permohonan pemakaian sirkuit resmi di GBT ditolak oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kota Surabaya. Dengan diterbitkannya surat tertanggal 29/12 yang ditandatangani Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dengan isi tidak memberi ijin pemakaian Sirkuit GBT untuk tanggal 31/12-2016 dan 1/1-2017 tanpa alasan jelas.
Hal ini membuat berang Ketua Umum IMI Pengprov Jatim Bambang Haribowo, padahal cara Lomba Kejurnas Dragrace ini merupakan Grand Final yang jauh – jauh hari telah diminta Jadwalnya oleh IMI Jatim untuk dihelat di kota Surabaya. “ Sudah ada upaya untuk menanyakan kenapa ijin yang ditolak dari Dinas Pemuda dan Olahraga kota Surabaya ke Ketua DPRD Ir. H. Armudji, M.H. tapi tetap saja ditolah dengan alasan tidak jelas. Ya sudah lah kita gelar Grand Final ini di Sirkuit lama kawasan wisata Pantai Ria Kenjeran Surabaya “ sesal Bambang ’Kapten’ Haribowo pada OZ.

kelas-sedan-modified-2500-cc
kelas-sedan-modified-2500-cc

Perpindahan sirkuit dengan mendadak tersebut juga berdampat beberapa dragster roda empat yang bakal berkompetisi di kelas – kelas kejurnas sebagian mundur teratur. Sebuat saja Rian Rizky dragster Surabaya yang ikut di kelas sedan 4 cyl s/d 2500 cc Modifikasi N/A kejurnas batal ikut, meski Rian tidak masuk peringkat 10 besar nasional, dia mengurungkan ikut ambil bagian. “ Estilo Jericho saya sepertinya kurang match saja di sirkuit Kenjeran, disamping traksi ban saya kurang bagus untuk aspal kenjeran, juga jarak pengereman kurang panjang. Berbeda jauh dengan di sirkuit resmi GBT, grip ban terhadap aspal bagus dan jarak pengereman aman “ kata Rian Rizky.
Dedy Ramadhani
Dedy Ramadhani

Sedangkan lokal hero Jatim di kelas kejurnas lumayan diamankan Dedy Ramadhani bos tim Jepang Motor Sidoarjo di posisi ke 2 nasional kelas Bracket 10 detik. Apa kata Juri lomba PP IMI tentang prestasi dragster Jatim di kejurnas Dragrace tahun 2016 kemarin. “ Sebenarnya prestasi pebalap Jatim cukup bagus, hanya Dedy yang rajin mengikuti hingga ke Riau dan bersaing dengan Dragster Pakan Baru dan Padang. Dedy saat di Riau juara 1 hanya di Padang Dedy hanya sebagai petugas Scruttinering dan ini sangat sayang berpengaruh di standing poin nya “ jelas Sigit Widianto Ketua Juri dari PP IMI.
Kalender Kejurnas Dragrace untuk 2017 akan datang, Surabaya bakal menggelar tetap dua seri dari 8 seri kejurnas yang direncanakan. Hanya nanti Grand Final bakal di gelar di Surabaya apa tidak masih menunggu keputusan lebih lanjut dari IMI Jatim. Akan kah Dragster Jatim bakal menandingi M.Irvan jawara Dragrace 2016 dari Riau di kelas sedan modified 2500 cc dan bisakah Dedy menyodok kembali di Bracket 10 detik Kejurnas atau bahkan Ricky Bram di sedan standart 1500 cc diatas tahun 2004 yang kali ini gagal podium 3 besar kelas kejurnas ini. Lantas bagaimana Bella dragster Wanita Surabaya yang perkuat tim SAR Speed Solo bersama – sama Tatang. Mereka berdua jago di kelas sedan Modified 1500 cc dan 1700 cc dan menyapu 10 tropi dibeberapa kelas unggulan lain nya.
tim-sar-speed-dengan-10-tropi
tim-sar-speed-dengan-10-tropi

Dengan batalnya Grand Final kejurnas Dragrace digelar di Sirkuit Resmi GBT tahun 2016, bagaimana rencana kedepan kejurnas dragrace 2017, dan jurus apa lagi IMI Jatim menyikapi keputusan Walikota lewat Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya. “ Rasanya saya sudah patah arang dengan sirkuit resmi GBT kedepan, kita tetap di Kenjeran ini atau entahlah langkah kedepan nanti kejurnas dragrace di Jatim harus dimana, dilarangnya GBT dipakai karena alasan ada sesuatu isu tentang keamanan yang dewasa ini sedang memanas karane suhu politik, lantas apa bedanya digelar di Kenjeran sekarang ini “ bilang Bambang Kapten kesal. Sebenarnya masih ada kesempatan untuk memakai GBT untuk kegiatan Drag bike maupun Dragrace, tinggal kita menunggu kearifan bu Walikota Tri Rismaharini untuk kembali membuka kesempatan memakai GBT. “ Jadwal tahun 2017 sudah direncanakan 8 seri dan Jatim menggelar 2 seri kejurnas, kita doakan saja agar GBT kembali bisa dipakai “ ucap Sigit yang didampingi I Komang Ferry Race Director kejurnas 2016.
Semoga saja
sigit-widianto-dan-komang-ferry
sigit-widianto-dan-komang-ferry

Penulis | Foto : DIKi