Herman Denok Promotor Balap Liar Jabar Diputus Bersalah Oleh Pengadilan Negeri Sumedang

27624
Herman Denok. promotor balap liar
Herman Denok. promotor balap liar

OtomotifZone.com-Sumedang. Setelah melalui proses pengadilan Negeri Sumedang, akhirnya memutuskan Herman Felani alias Herman Denok diputuskan bersalah karena melakukan tindakan melawan hukum dengan mengadakan event grasstrack tanpa rekom sesuai UU keolahragaan yang berlaku.

Putusan PN Sumedang nomer :37/Pdt.g/2016/pn.smd pertanggal hari Kamis 08 Desember 2016 yang dipimpin ketua majellis hakim Tofan Husma Pattimura, S.H berisi :

  1. pengadilan Negeri Sumedang mengabulkan Gugatan Pengprov IMI Jabar penggugat.
  2.  Menyatakan Herman Felani alias Herman Denok melakukan perbuatan melawan hukum.
  3. Menghukum tergugat membayar ganti rugi, A. Rp.41.400.000 dan B.Imateriil sebesar 100.000.000

4. Membebankan biaya perkara kepada tergugat.

Deli Wisnu Brata S.H, pengacara IMI Jabar
Deli Wisnu Brata S.H, pengacara IMI Jabar

Tindakan Pengrov IMI Jabar secara hukum sudah dilayangkan dan didaftarkan kepada pengadilan negeri Sumedang Jawa Barat sejak  tanggal 16 Agustus 2016 melalui kuasa Hukumnya Deli Wisnu Brata S.H dari Kantor Advocat Efran Helmi & Associates.

Pengprov IMI Jabar mengambil keputusan tuntutan dan pelaporan sudah melalu banyak pertimbangan matang sebelum akhinya jalur hukum ditempuh, karena sebelumnya secara sengaja Herman Denok terang-terangan menantang secara tegas dan cenderung melecehkan organisasi otomotif terbesar di Indonesia ini lewat medsos, baik FB maupun Broadcast BBM, hal tersebut merasa perlu bagi Pengprov IMI Jabar memberi pelajaran lewat jalur hukum.

Setelah putusan pengadilan tersebut, apakah Denok masih kerkoar dan menantang ogranisasi yang mempunyai lebih dari 250 club tersebut..?, karena tidak hanya dari perdata yang akan dilayangkan Pengprov IMI Jabar, namun Jalur tuntutan pidana kemungkinan sudah dipersiapkannya atas pelecehan dan penghinaanya.

Tindakan selanjutnya yang akan ditempuh Pengprov bukan hanya promotor saja, tapi perseorangan yang membantu penyelenggaraan dan berlisensi dan juga para pembalap akan dicabut KIS-nya jika kedapatan mengikuti event balap liar atau bahasa halusnya latihan bersama.

Penulis dan photo : Edi Batrawan