Kiblat Baru Riset Injektor Penggunaan Balap

10737

OtomotifZone.com – Bandung. Dulu pertama kali sistem injeksi datang, tren double injektor menjadi andalan semua motor balap, kelas Under Bone 150 (UB150).

Sekarang tren itu mulai beralih kiblat pada single injector, mengapa itu bisa terjadi?apa alasannya selain dari tekanan regulasi?

Tugas injektor mengalirkan debit bahan bakar sesuai dengan kebutuhan engine. Komponen aktuator ini dimodifikasi sekian rupa, agar pengabutan bahan bakar dapat lebih sempurna di iringi debit aliran yang deras.

Motor MX King milik Yamaha 549 Kaboci Jasti Putra, sekarang berkiblat ke single injector untuk menghadapi lomba Asia Road Racing Championship 2017 Round 4.

Achos Lalang dan Richard Taroreh
Achos Lalang dan Richard Taroreh di lomba IRS

Achos Lalang, owner tim, telah banyak pengalaman melakukan riset injeksi motor kelas Underbone 150, mengaku lebih enak menggunakan single injector.

“Dulu komponen racing injector masih jarang, untuk mendapatkan injektor dengan debit semprotan lebih dari 240 ml/menit itu sulit, jadi mengakalinya dengan double injektor,” kata Achos.

“Tapi sekarang sudah banyak tersedia injektor dengan debit aliran yang banyak, jadi single injector sudah lebih dari cukup untuk kelas UB150 ini,” kata Achos lagi.

Motor Yamaha mereka menggunakan single injector, dengan debit aliran 240 ml/menit, menurutnya performa motor setara dengan double injector bahkan bisa lebih.

Satu aja sudah cukup, ngapain banyak!!

Dalam Race 1 kelas Underbone 150, hari Sabtu (12/08) di Sentul International Circuit, Motor MX King mereka terbukti mampu bersaing didepan.

Dengan pembalapnya Richard Taroreh, mampu finish diurutan ke empat. Sebetulnya motor sangat kompetitif sekali, beberapa kali Richard mampu berada diposisi pertama.

Namun, entah salah strategi atau lengah, mereka harus rela di salip di akhir lap.

“Kita akan benahi hal itu untuk memenangkan Race 2 besok Minggu (13/08), kita percaya diri bisa menang, ” kata Achos lagi.

Penulis : Jody Rusli | Photos : Nana Triana