Grasstrack Jabar Diujung Tanduk, Event Liar Pukul KO Event Resmi

5626
serunya event non rekom hadiah besar
serunya event non rekom hadiah besar

OtomotifZone.com-Bandung. Miris nasib grasstrack Jawa Barat saat ini, mulai dari keluhan minimnya starter saat Pengprov IMI Jabar membagi Kejurda menadi 2 region hingga serangan sporadis sistematis dan masiv pelaku balap liar, tanpa rekom atau istilah latihan bersama.

Peristiwa paling gress terjadi Sabtu-Minggu kemaren (28-29/10), hanya berjarak kurang dari 40 km dari lokasi event Grasstrack dengan rekom IMI Jabar, gelaran event serupa tapi tak sama ini jauh lebih diminati, bukan hanya oleh pembalap Jawa Barat sendiri, justru juga didatangi pembalap garuk tanah beda provinsi.

Suasana paddock seperti event kejurnas
Suasana paddock seperti event kejurnas

Hari Sabtu saja, promotor event resmi “HCR Grasstrack Open 2017” yang digelar sirkuit HCR Pasirgede Karang gantungan desa Sukahening Tasikmalaya, sudah berurai air mata, nangis bombay, pasalnya kenapa? hari H baru terjaring 70 starter meski akhirnya mampu menyedot 258 starter setelah dadakan ada tambahan kelas MX, apalagi setelah dievent non resmi bin liar dengan titel “Grasstrack dan Supergrasstrack Ultah IMJ ke-1” dibanjiri 327 starter, sedih kan.

Kenapa balap liar tanpa rekom jauh lebih diminati, usut punya usut, ternyata kepretan segepok uang sejumlah 10 juta untuk juara umum kelas Senior, 2 juta rupiah untuk  Pemula Open dan 1 juta untuk kelas wanita.

Ribuan penonton berjubel disisi lintasan
Ribuan penonton berjubel disisi lintasan

Tidak munafik, pembalap pasti kejar setoran, mana yang lebih menjanjikan kasih kangtaw gede, pasti ngacir cari yang bikin dompet susah dilipet, meski sebagian besar para pembalap tahu resiko apa yang akan diterima, tapi pada kenyatannya, hingga saat ini tindakan konkrit dari regulator belum menyentuh akar rumput, meski pelaku liaran dalam proses hukum akibat menggelar event yang sama sebelumnya, tapi dirinya tetap nekat menggelar event serupa.

Herman Denok, ketua IMJ, (Ikatan Motor Jawa Barat)
Herman Denok, ketua IMJ, (Ikatan Motor Jawa Barat)

OZ menginvestigasi langsung ke TKP balap tanpa rekom, dengan lantang Herman Felani atau lebih beken dengan panggilan Herman Denok terkesan menantang regulator, “saya orang hoby, silahkan penjarakan saya, gak lama juga keluar dan saya tetep bikin event lagi, kenapa balap liar banyak pesertanya, sementara yang dibilang resmi gak ada peminatnya, ada apa, club saya terdaftar di Kemenhukham, akta notaris, Grasstrack kan bukan salah satu cabang di KONI, siapa yang bisa melarang warganegaranya berorganiasasi, event ini saya gelar untuk memperingati ulang tahun IMJ (Ikatan Motor Jawa Barat) yang kesatu?”, tegas Herman Denok.

Nada kecewa justru terlontar dari sang promotor resmi, “saya sangat kesal sama kepemimpinan IMI Jabar, cuma omdo, omdo dalam segala hal, saya akan bikin event yang tanpa rekom, mau bicara apa mereke-mereka (regulator)”, kesal Asep Oding.

Asep oding, promotor event rekom
Asep oding, promotor event rekom

“iya sabar ya, satu-satu lagi kita urus”, jawab Irvan OC, Kabid R2 Pengprov IMI Jabar saat dimintai pendapat tentang maraknya event grasstrack liar tanpa rekom.

Semoga ada titik  temu agar kredibilitas organiasasi tetap mempunyai muka.

penulis : Edi Batrawan | photo : Edi Batrawan, Dok