Lorenzo berdamai dengan Marquez

392
sss
26_original
OtomotifZone.com – Le Mans.  Insiden yang melibatkan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez dua pekan lalu tampaknya masih menjadi perhatian wartawan saat menjelang MotoGP seri keempat minggu ini di Lemans, Prancis.

 

New RC3 Products

Dalam konferensi pers, Kamis (16/5) para pemburu berita melontarkan pertanyaan dan menyorot Lorenzo atas insiden itu.

“Pendapat saya?. Saya masih meyakini kalau aksi di Jerez terlalu berbahaya dan saya masih meyakininya sampai sekarang. Saya tidak melawan Marc, saya tidak punya alasan untuk menentang dia karena dia masih muda. Itu hal yang wajar, ketika kamu masih. Saat kamu melihat ada peluang, kamu akan mencoba. Di Jerez, dia melihat peluang dan mencoba,” jelas Lorenzo di situs MotoGP.

“Tapi setahu saya tahun ini kita memiliki sistem poin (untuk pelanggaran), tapi untuk saat ini kita tidak menggunakannya. Ke depan, saya berharap Race Direction akan memakai sistem baru ini, paling tidak pemberian poin minimal, kartu kuning, atau apapun. Intinya harus ada peraturan. Saat balapan sangat mungkin pembalap menyenggol pembalap lain, tapi saat kamu sungguh-sungguh menabrak pembalap lain, ini hal yang berbeda. Menurut saya, paling tidak harus ada penalti,” tambahnya.

Kali ini Marquez diberondong pertanyaan. “Sama saja seperti yang saya ucapkan di Jerez. Jika kamu melakukannya di lap pertama akan berbeda. Tapi ini di akhir balapan, ini adalah lap terakhir. Dalam kasus saya, kita sudah sering melihatnya. Pada akhirnya, ini adalah balapan yang disukai penggemar. Selalu ada batasan, tapi lap terakhir dan tikungan terakhir, jika melihat peluang, saya akan mencoba. Oke, saya mengerem sedikit terlambat dari lap sebelumnya, tapi kadang hal seperti ini terjadi,” balasnya.

Pada akhirnya, Lorenzo dan Marquez harus bisa melupakan kejadian tersebut dan melihat ke depan.  Inilah balap, apapun bisa terjadi dan dituntut kedewasaan dalam menyikapinya.

“Kami berada dalam satu pesawat dan suatu kebetulan kami berada di baris yang sama, Dia duduk di dekat jendela dengan mekanik, saya duduk di tengah di sisi lorong. Saat kami selesai terbang dan mengurus semuanya, saya mencoba  menjabat tangannya dan dia menyambutnya. Jadi kami berjabat tangan dan ini adalah hal yang paling penting.” ungkap Marquez.

“Seperti biasa, saya selalu menunggu yang lain untuk naik pesawat dan saya yang terakhir, di setiap penerbangan. Lucunya, dari 200 atau 300 tempat duduk di pesawat itu, kami berada di baris yang sama, jadi ini lucu sekali. Kami tidak berbicara soal insiden itu. Kami bicara tentang hal lain yang tidak terlalu penting,”  jelas Lorenzo.

“Saya menerima jabat tangan Marc untuk kali pertama sejak insiden itu. Tapi saya ulangi, saya tidak ada masalah dengan dia secara personal. Saya hanya ingin ada peningkatan keamanan untuk olahraga yang saya pilih dan itu seharusnya jadi prioritas utama.” tutupnya.

Saat konferensi pers berakhir, dua pembalap asal Spanyol ini kembali berjabat tangan, fotografer dan kameramanpun mengabadikan moment itu.

 Penulis: Bimo Seno | Foto: MotoGP