Comet Daytona Yamaha Dragbike 2014 Ponorogo : Ban Drag Gratis dari Panitia

1565
Kelas Bebek 4 tak 130 cc
sss
Kelas Bebek 4 tak 130 cc
Kelas Bebek 4 tak 130 cc

OtomotifZone.com – Ponorogo. Siasat merangkul dragster lokal karesidenan Madiun ternyata pihak PAC ( Parnter Automotive Club) di ajang Comet Daytona Yamaha Dragbike 2014 Minggu kemarin (8/6)  cukup jitu, yakni menjadikan ban Comet tipe King of Drag sebagai ban wajib di tiga kelas wajib Dragbike.Caranya di tiga kelas wajib tadi saat pendaftaran diberi ban untuk drag produk Comet ukuran 50/90-17. Karuan saja tak kurang 281 starter dari 115 peserta tercatat sebagai pendaftarnya. “Di seri awal ini sementara kita beri untuk ban depan, selanjutnya diseri kedua kita beri lagi ban belakang. Dan nanti di seri ke 3 kita beri imbalan bagi para pembalap yang memakai ban Comet King of Drag dikedua rodanya jika dia naik podium 1 s/d 3 di kelasi kelas DB 3 (bebek 4 tak tune up 200cc), DB 4 (bebek 2 tak tune up 130 cc) dan DB 5 (bebek 4 tak 130 cc) akan kita beri hadiah tambahan berupa uang pembinaan “ terang Happy Reinald dari crew Daytona.

New RC3 Products
Podium teratas Yopi di matik 130 cc
Podium teratas Yopi di matik 130 cc

Komitmen tetap menggelar sebanyak 5 seri di tahun 2014 ini bagi pihak penyelenggara bukan hal yang mudah. Ini terutama soal perijinannya yang sering benturan dengan jadwal kampanye daerah menjelang Pil pres. “ Kita pihak penyelenggara maunya lancar terus tanpa benturan, tetapi pihak sponsor yang kadang menentukan lain. Jadi rencana nanti difinal nanti para peraih point tertinggi di kelas Dragbike berhak atas sebuah motor merk Yamaha, dan setiap seri dapat ban Comet juga bagi peraih podium teratas mendapatkan juga 1 lusin Kratingdaeng disemua kelas selama lima seri yang kita rencanakan “ kata didik ‘Jagger’Efendi selaku pihak penyelenggara.

Pertarungan terjadi di pertarungan kelas matik 200 cc, Nama Yopi dari Nexcom karya bersama tercepat dikelas ini dengan catatan waktu tersingkat 7,8 detik. Waktu ini lebih baik saat di race awal yang hanya di kisaran 8 detik, Sedangkan Adi plentis lokal hero dari Trenggalek tak bisa meningkatkan akselerasi motor karena kendala di CVT “ Bagaimanapun juga yang diatas sebagai penentu, piston ngadat dan bermasalah, karena saat disesi latihan tadi catatan waktu sama dengan Yopi, hanya saat diambil Final saya tertinggal 0,400 detik “ sesal Adi Plentis yang urung kumpulkan poin tertinggi demi sebuah motor nanti.

Kita tunggu di seri ke 2, 10 Agustus dikota Lumajang, akan kah Yopi tetap tercepat di semua kelas ?

Penulis : Diki | Foto : Diki