Marc Jurus Elbow Down VS Lorenzo Shoulder Down Alias Tong Setan

7835
Marc Marquez ESP Repsol Honda Team
sss

OtomotifZone.com – Italia. Marc Marquez nyaris saja menorehkan prestasi fenomenal di MotoGP Mugello, Italia lalu, jika saja tidak jumpalitan di lap 18. Ban depan gacoan Repsol Honda itu kehilangan traksi selepas tikungan. Sebenarnya bukan saja si- 93 saja yang terpeleset di sirkuit di Negara Menara Pisa itu. Banyak yang lain. Tapi karena Marc yang start dari posisi 13 dan menohok di 3 besar hanya dalam 1 lap, itu lebih menarik dibahas.
Pemilihan ban depan tipe hard ini jelas menunjukkan Spaniard ini bakal gila-gilaan, habis-habisan, edan-edanan. Kunci late braking bakal dipakai di awal lap, karena ban hard butuh perlakuan spesial agar mencapai suhu tepat. Untung trek mencapai suhu 48 derajat C, memudahkan Marc. Permasalahannya, kenapa dia sampai terjatuh. Sang juara bertahan ini mengakui melampaui limit menunggangi motornya. Kapan? Sedari lap awal!
Nahasnya, ya di lap 18. Jurus andalan Baby Alien ini memang jitu, itu lho yang kondang dengan Elbow down, alias sikut menyentuh aspal, alias mepet banget lintasan sirkuit. Sebenarnya, trik ini The Doctor lebih dulu menemukannya di awal GP500. Tetapi fenomenal ketika dipakai Marc. Terbukti trik ini mengantarkannya jadi juara dunia. Pembalap senior sontak kaget dengan gaya balap anak kemaren sore itu.IMG_1093.JPG
Dilihat dari race linenya, Marc memang sangat efisien memotong setiap jengkal lintasan. Dia bisa mamakai jarak terpendek dari ujung tikungan ke tikungan berikutnya. Kelihaiannya memangkas jalur lawan, berkali-kali mengecundangi seniornya. Trik ini butuh sasis hebat, manajemen power tepat dan ban tahan pukul. Akibat kelewat memaksa selalu memakai jurus Elbow Down karena berjibaku dengan Duo Ducati plus Valentino Rossi, mebuat ban depan menyerah. Klontang..
Di sisi lain, kampiun Jorge Lorenzo, menaklukkan Mugello memakai gaya klasik Shoulder Down. Gaya ini terlihat saat menaklukkan tikungan cepat. Pemilik nomor 99 ini tidak selalu memaksa YZR M1 memotong jalur terpendek, meskipun dia bisa melakukannya. Dia lebih memilih jalur lebih luar, terlihat seperti atraksi tong setan dengan memanfaatkan otot bahu untuk menarik motor mengikuti alur tikungan. Trik ini sukses membuat motor tidak kelewat miring, tetapi mampu memaksimalkan grip ban sekaligus mempertahankan kecepatan. Di sini tampak Lorenzo lebih dewasa.
Lorenzo pun pandai berhitung. Marc yang dikerubut dua Ducati plus Vale tidak hanya terkuras fisik dan pikiran. Labih dari itu, catatan waktunya menjadi kacau balau. Memudahkan Lorenzo meninggalkan jauh rival-rivalnya.

New RC3 Products

Penulis : Nometo Izaku | Photo : MotoGP