Gelar Juara Nasional Micro Max Masih Menunggu Proses Banding

15808
Rava Ariel tontonan klasik micro max
saling overtake menjadi tontonan menarik
sss

OtomotifZone.com-Sentul. Pembagian hadiah molor dan ngaret itu hal biasa terjadi selama gelaran Eshark national karting digelar, dan semua khalayak karing Mafhum adanya, namun seri 4 kemaren berbeda dan menjadi panas, disamping penuhnya para team yang dengan sabar menunggu gilirah pembagian trophy, juga karena adanya ketidak sesuaian hasil lomba dan hasil pengumuman juara nasional.

New RC3 Products

Sepengetahuan OZ di lapangan, saat final Micro Max, petugas lintasan memberikan tanda hukuman pinalty 10 detik untuk pegokart nomer start 17, dan tanda itu diberikan setelah 4 lap berjalan dan diulang beberapa kali.

Usut punya kepo, ternyata Rava Mahpud-lah (TKM Jms Racing) yang mendapat hukuman pinalty akibat jump start. Dengan hukuman 10 detik bagi Rava, justru membuat penampilan Ariel Adhika  Bahran (UI Racing) tampil lebih santai dan hanya menjaga  jarak aman, karena hingga 16 lap berakhir, Ariel selalu membuntuti Rava  hingga bendera finish dikibarkan. Apalagi unggul selisih 1 point di 3 seri sebelumnya modal kuat dirinya meraih tangga juara lebih mudah.

kedua pembalap selalu ramai saat keluar tikungan pertama
Tikungan pertama menjadi persaingan seru kedua pembalap

Hasil lomba race pun keluar, dan Ariel menjadi pemenang final Micro max setelah dipotong 10 detik, Ariel masih unggul 6.722 detik meski Rava finish pertama. Ariel juara nasional dong…???? Harusnya seperti itu, namun kenyataan berbeda ketika Official Result National Champion dibagikan, Justru Ravalah pemenangnya dan berhak menyandang juara nasional micro max.

Keputusan Steward dan COC dianulirkah…??? ternyata pihak Rava melakukan protes atas keputusan tersebut dan diterima dengan hasil yang siap dibacakan Ricky Sitompul, hal tesebut diiyakan Ade Satya dari OC gelaran. Nah disinilah benak kusutnya bermula.

Protes dan semakin tertundalah pembagian hadiah kelas ini, dan dengan tegas Satianto (pa Toto-UI Racing) akan banding ke PP IMI atas keputusan tersebut. Ko bisa ya keputusan sudah keluar bisa dibatalkan, tentunya Steward dan COC tidak berani membatalkan keputasan yang dibuatnya tanpa alasan yang jelas, pasti ada keberatan dan protes dari pihak yang merasa dirugikan menurut mereka.

“Ariel sebelumnye pernah kena pinalty 10 detik dan kami tidak protes, kami percaya keputusan tersebut adalah keputusan berdasarkan fakta, makanya ketika kasus ini terjadi, kami tidak terima dan melakukan banding ke PP IMI lewat entrant, kita harus sportif menghadapi keputusan ini, sport kan harus menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitaslah” papar Tengku Irvan Bahran, ayahdanya Ariel Andhika Bahran menyesalkan keputusan tersebut.

Nah….ruwet bin kusut nih,  benangnya akibat basah diguyur ujan kali yee.. eh bukan lahh.. semua juga harus dilalui dengan prosedur yang benar, yang juara pasti akan menjadi juara.

Udaaah, gak usah penasaran, tunggu aja berita selanjutnya dari OZ ya.

penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan