Dit’s Racing Palangkaraya: Tim Kuat, Prestasi Mencuat

2606
sss

OtomotifZone.com – Palangkaraya. Sebuah tim balap motor harus dibangun dengan dasar yang kuat. Tak hanya dari segi finansial, namun juga perlu didukung kekompakan antara owner, pembalap dan mekanik. Tambah kuat bila dapat support dari sponsor. Top deh!

New RC3 Products

Inilah yang dialami Fairid Naparin. Pemuda berusia 31 tahun ini memulainya dari basic. “Awalnya jadi pembalap road race. Saat kuliah di Semarang, stop balap motor, lalu ikut Drag Race dan Slalom Test. Lulus kuliah baru balik ke Palangkaraya,” urai lajang yang biasa dipanggil Didit.

Naluri otomotif mulai merasuki jiwanya. Dibikinlah tim balap motor tahun 2011. “Waktu itu namanya Beringin Dit’s Racing. Pembalap yang jadi handalan Dicky Ersa,” kenang Didit saat masih main di event tarkam alias antar kampung.

Setahun kemudian, coba serius main di Kejurnas dan ikuti semua seri. Nama tim pun berubah menjadi Dit’s Racing Palangkaraya dengan moto tim ‘We Life For Race’. “Dit’s itu artinya Didit dan kawan-kawan. Nama beringin dicopot karena identik dengan salah satu parpol,” beber Didit yang aktif di organisasi pemuda. Belakangan jadi Ketua KNPI Kalimantan Tengah sampai sekarang.

Duet pembalap Dit's Racing Pontianak
Duet pembalap Dit’s Racing Pontianak

Didit memang ingin kelola tim proffesional, meski tak mudah melakukannya. Era 2012-2014 baru mulai terlihat prestasi. Poin Kejurnas MotorPrix di kelas MP1 dan MP2 membuat nama pembalap Rudi Salim dan tim ada dalam klasemen.

Hasilnya baru berbuah tahun 2015. Pabrikan Yamaha pun melirik. Logo ‘Tiga Garpu Tala’ melekat dalam tim dan jersey pembalap. Bagus Saputra dan Rio ZG ikut gabung jadi racer. Prestasi terbaik dapat wildcard IndoPrix 2015 di Sirkuit Binuang. “Meski start dari grid 28, Rudi Salim bisa finish kelima,” ujar Didit kelahiran Banjarmasin dengan instagram ditsracing.

Tahun 2016 tim mulai riset teknologi injeksi di motor pacu. Formasi rider seeded masuk Ocvan Irfana dan Reza Ramadhan. Pemula diisi M Khafi. Support pun datang dari Gubernur Kalteng dan KNPI Kalteng.

Program pembibitan rider pemula dimulai, kerjasama dengan IMI Kalteng. “Diberi peluang untuk gabung. Setiap event Kejurda, pembalap lokal berbakat dipantau prestasinya. Tujuannya agar ada regenerasi setelah Dicky Ersa yang pernah dititipkan di Padepokan Kate, mentor Jogya selama 3 tahun,” ujar Didit sambil berpesan kepada pembalap pemula jauhi narkoba.

Sekarang tim masih konsen menyelesaikan sisa series Kejurnas MotorPrix mengandalkan oprekan mekanik Pakde Heru Kate. “Belum bisa bicara prestasi sebab belum tuntas. Termasuk rencana 2017. Maunya main di Region Jawa dengan salah satu pabrikan motor. Tapi bisa juga tetap tampil di Region Kalimantan,” pungkas Didit yang tengah bicarakan hal ini dengan pihak sponsor.

Yaps! Untuk menguji kemampuan memang harus berani fight di Jawa. Seperti pekan ini menjajal kemampuan Richard Taroreh di Kejurnas MotorPrix di Solo. Namun tentunya biaya besar menjadi opsi yang harus dicarikan jalan keluarnya. Ada usaha, pasti ada jalan. Semoga berhasil!

Penulis: Noverry Darwin |¬†Foto: Dit’s Racing