KIPS Enak di Fungsikan atau Tidak?

2543
sss

OtomotifZone.com – Subang. Dibeberapa kompetisi balap, tunner yang menangani engine Ninja 150, lebih memilih mematikan fungsi KIPS karena berbagai alasan teknis, tapi tidak semua tunner sependapat dengan teori itu.

New RC3 Products

Mekanik balap Rehobat Norifumi X-Club Swallow TK Racing, Rudi Nursetiawan berbagi pengalaman terkait masalah KIPS (Kawasaki Intergrated Powervalve System).

Powervalve merupakan teknologi paling canggih dalam pengembangan engine 2 tak, Yamaha menggunakannya lebih dahulu pada motor YZR500 dan TZ500. Powervalve memungkinkan perubahan durasi exhaust port berdasarkan putaran engine yang berdampak power bawah sampai atas bisa merata.

Namun, beberapa tunner memilih membunuh teknologi ini, dan membiarkan saluran powervalve terbuka.

Rudi Nursetiawan berkomentar, “Memang lebih baik tidak difungsikan, jika engine digunakan untuk balap drag bike, namun untuk grasstrack dan motocross lebih baik difungsikan,” jelasnya.

Menurutnya, drag bike diawal start sampai finish terus memaksa engine di rpm tinggi,’jadi tidak membutuhkan perubahan durasi exhaust port’, berbeda dengan grasstrack dan motocross karakternya memaksa engine harus naik turun rpm.

“Motor grasstrack dan motocross ini membutuhkan power merata disetiap rpm, bila kita matikan fungsi kipsnya dan membiarkan portnya terbuka, engine bisa ngobok di rpm bawah,” kata Rudi lagi.

Jadi sob, mengenai enak mana KIPSnya difungsikan atau tidak, harus disesuaikan dengan kebutuhan, tidak bisa dipukul rata.

Perlu diketahui Rudi Nursetiawan atau lebih akrab disapa Ambon ini, merupakan tunner balap yang menangani motor tunggangan Rizky HK, di kejuaraan nasional Grasstrack Subang 2017 kelas Sport & Trail Senior, di sirkuit Yonif 312 Kala Hitam, (09/072017) kemarin.

Menggunakan basis engine Ninja 150, motor hasil racikannya berhasil menjuarai lomba itu.

Penulis : Jody Rusli | Photos : Lukman Bauk