​CRF150L Fun Off-Road Touring: Medan Pembantaian Jurnalis Dan Bloger 

558
sss

OtomotifZone.com – Lawang, Malang. Setelah dilaunching pada bulan Desember 2017 lalu di Gunung Bromo, kali ini PT Mitra Pinasthika Mulia, main dealer motor Honda wilayah Jatim dan NTT kembali menggelar even bertajuk CRF150L Fun Off Road Touring.

New RC3 Products
Melewati turunan yang licin dintara kebun Teh

Berlokasi di Kebun Teh Lawang, Malang Jawa Timur (25/1), sebanyak 20 peserta dari jurnalis dan bloger diajak untuk merasakan ketangguhan Honda CRF 150L.

Tetap ceria meski stamina habis terkuras

“Acara ini sengaja kami gelar untuk bisa mengeksplor motor Honda CRF150L. Selain itu teman-teman jurnalis dan bloger kami ajak menikmati keindahan wisata kebun teh dan bukit Buduk Asu di lereng gunung Arjuno Lawang, Malang, Jawa Timur,” buka Budi Santoso Marcomm Dept Head PT MPM yang ikut meramaikan even kali ini.

Medan Pembantaian

Hampir semua peserta jatuh bangun menaklukkan medan menanjak dengan kemiringan 25 derajat

Untuk medan yang akan dilalui kali ini MPM telah menyiapkan sekitar 20 km jarak tempuh yang harus dilalui peserta.
Mulai jalanan rusak, berbatu, dan berlumpur. Turunan dan tanjakan dari 11 derajat sampai 25 derajat sudut kemiringan juga tersaji di jalur Kebun Teh tersebut.

“Kami segaja memilih medan medium, mengingat peserta dari jurnalis dan bloger masih amatir. Bahkan banyak yang baru pertama mencoba  adventure ini,” papar Budi.

Motor terperosok menjadi pemandangan biasa

Alhasil, sebagian besar peserta harus jatuh bangun saat melibas medan yang terbilang ekstrem bagi pemula ini, tanpa terkecuali OtomotifZone. Meski mempunyai basic adventure tetap saja bersusah payah menaklukkan medan yang dilalui. Tak ayal OZ empat kali tersungkur.

Riding Impression

Handling dan Kaki-Kaki

Posisi stang membuat kendali lebih nyaman

Honda CRF150L saat diajak melibas beragam tipe jalan di jalur kebun teh Lawang terbilang motor yang mumpuni. Handlingnya terasa enak. Motor mudah diarahkan kemana kita mau. Hal ini berkat posisi stang stir cukup nyaman.

Yang kedua Honda CRF150L mengadopsi suspensi depan upside down. Ini membuat redaman terasa lembut saat melewati jalan rusak, berlubang bahkan bebatuan. Dipadu dengan suspensi belakang Pro-link yang memiliki jarak main (travel axle) 210 mm, membuat suspensi gak bakalan mentok dan gak goyang dombret.

Mesin

Mesin masih terasa loyo untuk melibas tanjakan

Meski tidak serta-merta secara “bulat” mengadopsi mesin Verza 150 di rangka Honda CRF150L, Honda telah melakukan penyesuaian dan penyempurnaan disejumlah komponen.

Antara lain silinder head, per klep, piston, camshaft dan crankcase-nya. Hal ini atas dasar karakter mesin CRF power band (distribusi tenaga) mengandalkan putaran mesin bawah dan tengah.

Sedangkan camshaft-nya berbeda durasinya, disesuaikan dengan penggunaan power band di CRF150L yang rata-rata bermain di putaran mesin bawah dan tengah.

Selain itu, sistem injeksi (PGM-FI) CRF150L sensor unitnya lebih komplit, seperti IAT (Intake Air Temp), MAP (Manifold Absolute Pressure), IACV (Idle Air Control Valve) dan TPS (Throttle Position Sensor).

Untuk rasio gear, CRF150L menggunakan 15/49. Ini bertujuan dapat mendukung distribusi tenaga di putaran awal dan tengah.

Meski demikian, OZ dan beberapa peserta lain merasa power CRF150L loyo saat diajak nanjak.

“Motor seperti gak ada tenaga saat melewati tanjakan, padahal pakai gigi satu. Untuk mengatasinya kita mengambil ancang-ancang dan memakai teknik mengayun agar motor terbantu saat melalui jalanan menanjak berbatu,” kompak Wiwit dan Candra, dua jurnalis yang meramaikan acara ini.

Penjualan

Honda CRF di Jatim terus mengalami peningkatan dengan total 666 unit sejak pertama kali diluncurkan.

“Sejak Desember tahun  lalu CRF150L telah terjual sebanyak 666  unit.  Dan sampai saat ini masih ada sekitar 109 unit yang masih inden,” tutup Budi.

Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS