ETCC 2000 Pro ISSOM 2018 Seri I : Kendala Bikin Aldio Oekon Podium Dua

28
sss

OtomotifZone.com – Sentul. Dalam sebuah kejuaraan di samping ada menang ada kalah, juga selalu ada hal tak terduga yang sulit disangka-sangka. Karena memang tidak seperti matematika, yang selalu tersurat lewat angka-angka. Begitupun di tingkat kejuaraan bergengsi Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2018 putaran pertama pekan lalu. Hal tersebut dialami Aldio Oekon yang bernaung di bawah Pertamax Alta Racing Team.

New RC3 Products

Diakui Dio, sapaan akrab Aldio, selama persiapan ISSOM 2018 dari hari Kamis hingga Sabtu (22-24/3) banyak sekali kendala yang dihadapi. Semua ia rasakan datang bertubi-tubi, baik itu kendala dari cuaca, maupun kendaraan BMW E36 kesayangannya. “Hari kamis terkendala cuaca hujan yang cukup deras, lalu hari Jumat Ball Joint putus. Kemudian Engine Mounting dan Gear Box Mounting patah, lalu shock bengkok, gimana gak pusing coba?,” jelas Juara Umum European Touring Car Championship (ETCC) 2000 di tahun lalu untuk Kelas Promotion ini.

Putra dari Donny M Oekon ini kembali menjelaskan, kendala tak lantas selesai sampai di hari Jumat saja. Karena hari Sabtu, terjadi lagi kendala Mapping berantakan. Membuatnya hanya bisa berada di posisi ke-4 saat sesi kualifikasi di putaran pertama ETCC 2000 Kelas Pro itu. Namun rival terdekat dari pembalap Radityo Mahendra ini tetap tak patah arang usai menghadapi sejumlah kendala yang ada. Sabtu sore Dio kembali latihan. Ia coba mendapatkan feeling setingan kendaraan dan cara berkendara, di trek sirkuit yang sementara ini masih menjadi andalan semata wayang bagi sejumlah kejuaraan balap motor dan mobil di Tanah Air ini.

Akhirnya kejadian tak terduga terjadi di hari Minggu (25/3), dimana Dewi Fortuna sedang berpihak kepada pembalap yang ramah kepada kalangan jurnalis ini. “Ketika balapan Minggu, meski saya start dari posisi ke-4, namun setelah mengantongi strategi, saya berani punya target di posisi kedua. Nah, dari start sampai akhir saya kunci di posisi kedua,” tukas pembalap yang masih berstatus mahasiswa ini. Walaupun tak ada kendala berarti, Dio masih merasa setingan suspensi mobilnya belum maksimal. Sehingga selama jalannya balapan, sesekali sliding di lintasan sempat ia rasakan.

Bicara mengantongi strategi, sebenarnya strategi apa yang dipersiapkan Dio sehingga mampu bertengger di podium ke-2? “Saya menerapkan strategi sejak awal balapan langsung menyodok ke depan. Strategi ini memang saya lakukan buat mengantisipasi kendala-kendala yang saya hadapi di hari-hari sebelumnya. Saya harus punya sesuatu yang lebih, mengingat ini (ISSOM 2018 Seri I) merupakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Dan saya membawa nama tim. Jadi harus benar-benar siapkan strategi,” tandas pemilik nomor start 142 ini.

Aldio menyadari dalam kejuaraan ini spek setiap mobil pasti berbeda. Ia pun akan terus meng-upgrade tunggangannya. Berbekal kepercayaan tinggi kepada tim, bengkel, tunner dan mekanik yang ia miliki. “Putaran kedua nanti sebenarnya saya percaya bisa lebih baik lagi. Best Time saya 1.50, setahu saya Best Lap di kelas ini 1.48 sekian lah. Nah mobil saya ini sebenarnya sudah bisa Best Time 1.48.7 deh. Tapi saya lihat kendaraan di depan jaraknya lumayan, di belakang juga, buat apa saya push? Kasihan dong mobilnya. Posisi dua saat ini cukup memuaskan buat saya,” ucap Dio mantap.

Naskah & Foto : Alun Segoro