Trek Pekan Sabtu Di Ajang Bengkulu Xtreme Challenge 2018 Bikin Ngilu Peserta

37

OtomotifZone.com – Bengkulu. Event Bengkulu Xtreme Challenge (BXC) 2018 yang berlangsung akhir pekan lalu (7-8/4), kiranya begitu berkesan. Baik bagi panitia, masyarakat, dan khususnya para peserta. Bagi panitia, selain pemecahan rekor peserta event Off-roader Adventure di Sumatera, karena peserta mencapai 77 starter, event ini juga berjalan lancar meski persiapan tergolong mepet.

HM Sasdi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi (Prov) Bengkulu, yang merangkap Ketua Panitia mengatakan, meskipun dipersiapkan efektif hanya kurang lebih 2 (dua) bulan, tapi event BXC 2018 bisa sukses terselenggara tanpa kendala. “Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pertandingan berlangsung seru dan menarik. Dan yang tak kalah pentingnya, event BXC 2018 tak diwarnai kejadian kecelakaan sama sekali,” ucapnya.

Bagi masyarakat, selain menambah kehidupan perekonomian, terutama bagi masyarakat sekitar. Dengan larisnya dagangan, kuliner dan tempat penginapan para peserta. Masyarakat pun merasa terhibur oleh event-event otomotif semacam ini. Bayangkan saja, semula trek Pekan Sabtu, Bengkulu merupakan trek yang sepi. Tapi dengan adanya event ini, trek Pekan Sabtu seakan tersulap dalam waktu singkat menjadi lokasi yang meriah dan semarak.

Support luar biasa juga ditunjukkan jajaran FKPD Bengkulu. Di antaranya Komando Resort Militer (Korem) 041/GAMA, di bawah kendali Kol. Inf. Irnando Arnold B Sinaga. Ia merelakan halaman Korem 041 untuk dijadikan lokasi scrut para peserta BXC 2018. Bahkan untuk pengamanan event secara umum, personil Korem 041 pun dikerahkan. Tak ketinggalan tentunya, bantuan dari pihak Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu, yang juga terlibat dalam pengamanan kegiatan ini.

Buat para peserta BXC 2018, event yang terbagi dalam 3 Kelas, yaitu G1 (s/d 1000 cc), G2 (s/d 2500 cc) dan G4 (di atas 2500cc) memberi pengalaman dan tantangan tersendiri. Apalagi trek yang dibikin Mendol Jeeper, master trek off-road asal Surabaya, Jawa Timur, mampu memaksa off-roader peserta untuk mengeluarkan seluruh kemampuan yang mereka miliki.

“Karakter treknya bikin pertandingan makin seru. Saya suka sekali dengan lokasi ini,” ucap dokter Jack, off-roader asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan mengendalikan tubular bermesin Cherokee stroker 4.500 cc, gaya nge-gas agresif yang jadi ciri khasnya membuat Kepala RSUD Mataram ini menyabet podium pertama kelas G4. Ia berhasil menggeser sejumlah off-roader papan atas Indonesia, seperti Azis Yurianto (Yogyakarta), Nur Cahyo (Sukabumi), Joko Permana (Kalimantan Tengah), Vincent dan Chandra (Palembang), Abah Hari Emon, Donie Donkas dan lainnya.

Sementara pemuncak peringkat di kelas G2 dipegang Andri Apau dari Tim Sukapura PSM 86, Tasikmalaya, Jawa Barat. Untuk kelas G1, peringkat 1 diraih Bujang Ali dari SJI Bali. Kali ini harus diakui, off-roader tuan rumah Bengkulu belum bisa berbuat banyak. Wajar saja, mengingat memang sudah lama tidak ada pentas off-road berskala nasional, yang diikuti maupun digelar di kota Bengkulu.

Guyuran hujan teramat deras di hari Sabtu, menjelang selesai pertandingan, tak mengurangi semangat peserta untuk tampil maksimal. “Saya sebenarnya sedang ‘fight’ dengan Andi Apau, tapi sayang ada SS yang terkena BWTM (Batas Waktu Tempuh Maksimum). Karena sebelum start, hujan turun deras, dan trek menjadi sangat licin. Tapi ya sudah, itu namanya nasib. Lain kali harus bisa tampil lebih all out,” janji Alek, off-roader asal Solok, Sumatera Barat, dengan kendaraan tubular bermesin Suzuki 1.600 cc.

Saat menutup gelaran BXC 2018, Asisten III Pemda Prov Bengkulu, H. Gotri Suyanto mewakili PLT Gubernur Bengkulu menitipkan pesan. Hendaknya para off-roader mau datang lagi tahun depan, karena di lokasi seluas kurang lebih 8 (delapan) hektar ini akan diperbaiki fasilitas penunjangnya. Seperti jalan dan juga lokasi paddock yang akan dipersiapkan lebih luas lagi. “Intinya Pemda Prov Bengkulu mendukung penuh kegiatan ini, karena memiliki dampak positif untuk seluruh masyarakat,” tutupnya.

Naskah : Alun Segoro Foto : BXC