Eshark Rok Cup Seri 5 2018 : Kemenangan Zahir Ali, Pelajaran Berharga Bagi Pegokart Senior lainnya

2360
Selebrasi Zahir Ali dikelas Senior Rok GP
Selebrasi Zahir Ali dikelas Senior Rok GP

OtomotifZone.com-Sentul, Bogor. Umur boleh beda dan lebih tua 10 tahun, bahkan 18 tahun berbedaan usia, namun Zahir Ali cukup memberikan pelajaran sangat berharga kepada para pembalap senior tenaga muda dan dibawah dirinya.

Hal tersebut diperlihatkan saat race Kejurnas Eshark Rok Cup putaran 5 2018 Minggu hari ini (5/8) di Sentul International karting Circuit, Bogor. Pembalap A1 ini cukup serius menghadapi laga kejurnas, tidak ada namanya masuk pit dan lebih baik memilih ngadem dipaddock saat heat dengan hanya mengikuti beberapa lap dengan safe tire, justru race kali ini dilakoninya dengan sangat serius, uji nyali dan fisik kayaknya.

Race demi race dijalaninya dengan semangat pantang kendor, meski menempati posisi 2 tercepat qualifying dari Prassetyo Hardja, namun 3 laga berikutnya sapu bersih, tanpa memberikan ruang sekecil apapun kepada pegokart senior muda lainnya, Heat, prefinal hingga final, Zahir Ali tampil perkasa dan finish terdepan.

Zahir Ali
Zahir Ali

Memanage race lap by lap adalah salah satu kunci strategi ampuh hingga menghantar dirinya menjadi juara Senior Rok GP diseri 5, meski seri sebelumnya mengikuti kelas Master Rok GP, kali dirinya turun gunung uji nyali melawan darah muda sekelas Rava Mahpud, Muhammad Harits, Prassetyo Hardja, Akheela Chandra dan lainnya.

Balap 1 set ban memang banyak menguras pikiran, baik mekanik maupun pembalap, gaya  balap yang salah ditopang setingan gak pas juga akan merugikan pembalap itu sendiri, namun tidak bagi Zahir Ali, pengalaman dan jam terbanglah yang membuat dirinya mampu menguasai jalannya race meski hanya menggunakan 1 set ban.

Zahir Ali, juara Senior Rok GP
Zahir Ali, juara Senior Rok GP

“saya sangat tertantang satu race dengan pegokart Senior tenaga muda, strategi saya race-race awal saya hanya menjaga ritme balap, tidak terprovokasi pancingan pegokart lainnya untuk tampil agresif, saya tau kondisi ban harus dibagaimanakan, jika cara bawanya terlalu agresif, kita akan kehabisan tenaga, tentunya akan juga memakan lapisan ban lebih cepat terkikis dan kurang traksi, sementara ada 3 race setelah qualifying, disinilah kita harus pandai mengatur strategi agar tidak slide, safe tire akan terjadi jika kita bisa mengendalikan ritme dan gaya balap”,¬† papar Zahir Ali.

Strategi tersebut dibuktikan saat race final, dirinya langsung melejit dan menutur ruang gerak pegokart lainnya dengan menusuk sisi dalam sebelum masuk tikungan pertama, kuncian tersebut sukses hingga bendera finish dikibarkan.

Pelajaran berharga dari super senior, tidak sedikit yang mengira Zahir akan kehabisan nafas, namun penantian panjang selama 22 lap tidak terbukti.

photo : Edi Batrawan