Prassetyo Hardja Raih Podium IAME Dunia Le Mans 2018 Dengan Susah Payah, 3 Kali Macet Engine Lho..!!!!!

6953
podium 4 penuh perjuangan
podium 4 penuh perjuangan

OtomotifZone.com-Le Mans,Prancis. Perjuangan seorang Prassetyo Hardja hingga meraih podium 4 IAME International Final 2018 yang usai digelar 8-14 Oktober kemaren sangatlah berat, Materi sudah pasti, karena biaya dunia racing itu mahal, itu sebuah resiko besar yang sudah dimengerti dan ditanggung orang tua, namun bukan itu masalahnya.

Bandrio (kiri) Chief Mechanic dan Dede Hn
Bandrio (kiri) Chief Mechanic dan Dede Hn

Perjalanan panjang selama 20 jam Jakarta-Prancis sangatlah menguras tenaga, penat dan cape itu pasti, berharap akan mendapat engine mumpuni saat runing engine justru menjadi klimak dari segala penat perjanan yang sudah ditempuh, bagaimana tidak makin cape, Prassetyo Hardja harus 3 kali mendorong go kartnya keluar lintasan karena 3 kali mengalami mati engine, kejadian tersebut terjadi saat 3 kali practice. Practice pertama Prass baru beberapa lap langsung dibuat kesal dengan matinya engine di 3 tikungan terakhir, dan kejadian tersebut dialami 2 kali ditempat yang sama di practice ke-3, selesai masalahnya.? ternyata di pracice ke-4 Prass kembali harus pasrah meminggirkan go kartnya saat memasuki tikungan pertama di sirkuit Le Mans sepanjang 1384 meter, sontak Bandrio didampingi Dede Hn sebagai mekanik yang telah menghantarkan Prass juara Asia berturut-turut ini kembali harus mendorong gokartnya ke Paddock.

macet engine di practice 1
macet engine di practice 1

Galau, jengkel dan gundah pasti ada diteam, kenapa terjadi demikian, rupanya diawal-awal practice, kebijakan tuner yang membuat Kedua mekanik yang selama ini mendampingi Prass tidak mendapat kesempatan untuk merogoh jeroan engine yang sudah disediakan team, bukan Mc Giver namanya kalau akal cerdik orang Indonesia tidak muncul, merasa tidak puas dengan hasil 3 sesi practice, secara diam-diam Bandrio mencuri kesempatan untuk merubah setingan udara di Karburator, seting tekanan ban dan chassis sesuai karakter Prass, terbukti saat qualifying hingga race final hasil Prass bisa dilihat, meski sebetulnya masih ada yang belum puas dengan hasil podium 4 dunia, namun melihat perjuangan Prass dan mekaniknya patut diacungi jempol.

macet engine di practice 3
macet engine di practice 3

“Jujur saya sangat gatel ingin sekali seting engine sesuai pengalaman saya dan karakter Prass, namun tuner yang punya mesin menganggap sudah cukup, padahal saya tau banget dari suara engine saja itu kurang maksimal, hal yang saya lakukan adalah atur strategi dengan Godel untuk kong kalikong bagaimana caranya agar Prass bisa kenceng, saya curi-curi robah air screw, pressure tire dan seting chassis, karena kalau engine tidak bisa diapa-apain hal lain yang bisa lakukan dengan memperhatikan tekanan ban dan setingan chassis, dan terbukti ada perubahan, engine tidak sis/macet mesin”, jelas Bandrio.

Muka kecewa dari raut muka Prass
Muka kecewa dari raut muka Prass

Nada agak kesal juga dilontarkan Handi Hardja setelah Prass 3 kali mati engine, “Tau engine gak bisa dirobah oleh Bandrio, mending kita bawa mesin 1 dari Indonesia dan satunya sewa, kita akan bisa bandingin mana yang kompetitif untuk Prass, untung Bandrio dan Dede tidak kehilangan akal untuk mensiasati setelah macetnya mesin 3¬† kali, kedepannya, jika Prass lolos, saya akan bawa mesin sendiri 1, apalagi sudah mendapat pengalaman di event kali ini”, tambah Handi Hardja, orang tua Prass.

mekanik mempersiapkan sebelum race
atur strategi

Bisa dibayangkan, perjuangan begitu berat, namun target lolos 10 besar dunia rupanya dibayar dengan hasil finish diposisi 4 dunia, jika tidak mengalami banjir saat start, kemungkinan besar minimal podium 3 sudah ditangan, namun hasil 4 besar dunia sudah merupakan kado terindah ulang tahun pelajar SMU Kesatuan kota Bogor yang ke-17.

Perjuangan dan kerja keras tidak menghianati hasil, selamat Prass.