Punk Chen, Promotor TKOC Taiwan Meramu Event Terbuka Untuk Semua Engine, Hadiahpun Bikin Ngiler

1296
Punk Chen, CEO TKOC Taiwan. Promotor bertangan dingin
Punk Chen, CEO TKOC Taiwan. Promotor bertangan dingin

OtomotifZone.com-Taiwan. Meski event Taiwan Karting Open Championship 2018 (TKOC) sudah berlangsung seminggu lalu, tepatnya 29-30 Desember 2018 silam, tapi ada hal menarik bagi OtomotifZone.com untuk memberi sedikit ulasan tentang event tersebut.

RC3 Products

Event yang digelar di Lihpao Racing Karting circuit, Taichung, Taiwan ini diselenggarakan cukup apik dan tertib, hal yang paling menarik lewat tangan dingin Punk Chen, sang promotor muda asal Kaochung, sang CEO TKOC Taiwan ini meramu event akhir tahun menjadi event penutup yang bikin semua pecinta balap karting happy, kenapa..? event yang digelar dalam suasana dingin ini organiser memberi ruang sebebasnya kepada para pembalap untuk menggunakan mesin apa aja dan turun dikelas apa saja sesuai keinginan, terbukti dalam event tersebut, TKOC Taiwan 2018 membuka 8 kelas, dikelas cadet ada 2 engine, mini ROk dan Micro Max, dikelas senior ada 2 kelas, yaitu  Senior Max yang menggunakan mesin Rotax dan X30 senior dengan menggunakan mesin IAME, kemudian kelas DD2 senior, kelas Swiss Auto 250cc, Super Nova 125 pemula, Yamaha SL Senior dan kelas pamungkas adalah KZ open.

Start X30 Senior
Start X30 Senior

Event TKOC yang digelar sejak 2016 lalu ini memang selalu dilaksnakan akhir tahun, dan selalu dibanjiri banyak pegokart multi negara, dan event kemaren dihadiri 14 negara, baik dari Asia, Eropa diwakili Prancis, Afrika diwakili Afrika Selatan dan dari Benua Amerika diwakili pegokart Kanada dan USA.

Hadinya Senna SN dan Prassetyo Hardja, 2 pegokart Indonesia diajang ini juga menjadi daya tarik tersendiri, dan kehadiran keduanya akan membawa dampak positif untuk para pegokart Asia lainnya tahun depan.

Senna SN dan Prassetyo Hardja
Senna SN dan Prassetyo Hardja

“Saya sudah menggelar event TKOC ini sejak 2016, dan TKOC series sejak 2009, kami sangat terbuka bagi para pegokart untuk menggunakan engine yang mereka suka, tidak ada batasan harus menggunakan engine tertentu, namanya open, siapapun boleh menggunakan engine kesukannya, kami berharap semoga tahun depan banyak pegokart Indonesia yang hadir diajang yang kami adakan”, papar Punk Chenk, CEO TKOC.

Selain bebasnya pegokart bebas menggunakan mesin apa saja, promotor juga memberikan bejibun hadiah untuk para peraih best time, para juara tiap kelasnya dan kategori lainnya, treadmill, sepeda statis dan hadiah lainnya bikin ngiler pembalap yang tidak naik podiun, 2 pegokart Indonesia mendapat hadiah treadmill dan pegokart lainnya juga mendapat hadiah beragam yang disediakan promotor.