Kejuaraan Grasstrack GASAK 46 SC 2019 : Penuh Drama, Akbar Toufan Raih Juara Umum.

3572
sss

OtomotifZone.com – Sukabumi. Kejuaraan grasstrack GASAK 46 SC Open 2019, Akbar Toufan sukses dan berhasil meraih gelar juara umum dikelas open dengan penuh drama pada event Kejuaraan Garsstrack GASAK 46 SC Open 2019 yang digelar di Sirkuit Karang Para, Sukabumi, Jawa Barat (5-6/1).

RC3 Products

Siapa sih yang tidak tau dengan nama Akbar Toufan yang merupakan salah satu pembalap top Indonesia di event kali ini ia bergabung dengan team Bosesi Team86 Norifumi D182Tricky Swallow TKRacing.

Dikelas FFA Open dan Bebek STD Open Akbar Toufan merasa berat karena motor yang dirinya tunggangi mengalami kendala dan pada kelas Bebek STD Akbar sudah masuk dibarisan depan namun sayang motor yang digunakan ngejim dan harus terperosot di posisi 9 dan motor Sport milik Akbar dari hari sabtu alami kendala pada mesin dan lanjut di hari minggu sudah diperbaiki namun masih kurang maksimal.

“Saya balapan kurang maksimal mas karna motor sport dan bebek standar tidak sehat, motor sport di hari sabtu alami kendala dan malam di perbaiki namun masih kurang maksimal dan dikelas bebek standar open saya sudah berada di barisan depan namun sayang motor alami kendala (ngejim) dan saya harus terperosot ke posisi 9” ungkap Akbar Toufan.

Memang jika di hitung menurut jumlah point total dari 3 kelas Akbar Toufan kalah dengan Lotar Cadalora, Akbar memiliki total point 98 yang di raih dikelas bebek Modifikasi moto1 dengan perolehan point 20 moto2 point 22 dan dikelas FFA Open moto1 point 22 dan moto2 point 22 dikelas bebek standar point 12 dan Lotar Cadalora dikelas bebek modif moto1 dapat point 14 moto2 25 dan dikelas FFA Open moto1 18 point moto2 25 point dan bebek std finish di posisi 2 dengan total point dari 3 kelas yaitu 104 namun sayang Lotar melakukan kesalahan di final bebek STD open ganti motor dari yang sebelumnya digunakan saat penyisihan berbeda dengan yang digunakan saat final dan harus kena diskualifikasi dikelas bebek standar.

“Kemarin pas kelas Bebek STD Open saya sudah pasrah mas tapi begitu tau kalo dia ganti motor saya merasa aman karna itu dilarang dalam balapan dan saya berharap bisa finish saja dikelas FFA Open dan yang terpenting saya harus tunjukan sportifitas yang tinggi dan allhamdulilah akhirnya saya bisa dapatkan juara umum ini mas” sambung Akbar Toufan.

Uke selaku pimpinan perlombaan juga menerangkan bahwa “hal seperti ini sudah jelas tidak boleh dilakukan dalam balapan, bisa dilakukan namun sebelum penyisihan dilakukan, dan kejadian ini sebelum race final tidak ada laporan ke saya dan keputusan ada di akhir race karna bukti yang kuat Akbar menunjukan foto saat penyisihan dan hasil akhir yang menentukan Akbar Toufan yang berhak mendapatkan gelar juara umum ini” ungkap Uke Bhighose.

Dan Asep Sena selaku juri dari IMI Jabar juga sangat menyayangkan akan hal ini “sangat disayangkan sama pembalap yang melakukan itu karena sangat tidak boleh melakukan itu dan kejadian seperti bisa merugikan pembalap dan team jika melakukan hal seperti ini, karna mutlak jika sudah penyisihan itu sudah tidak boleh atau tidak bisa mengganti kendaraannya atau ganti mesin atau ganti rangka jika sudah melakukan penyisihan” ungkap Asep Sena selaku juri.

Dan Iwa Kusdinar juga menerangkan bahwa “Jika dalam perlombaan dalam balap motor itu seharusnya motor yang di daftarkan dan dituliskan no mesin dan no rangka itu jika sudah digunakan penyisihan atau QTT itu tidak boleh diganti saat final terkecuali saat latihan resmi motor mengalami kendala itu boleh dilakukan penggantian itupun harus ada laporan tertulis kepada pimpinan lomba 1 jam sebelum race dimulai dan sekali lagi di perbolehkan asal sesuai dengan prosesur dan lepada manager team coba ikutĀ  seminar lisensi agar lebih mengerti aturan karna ini sangat penting” ungkap Iwa Kusdinar selaku ketua Komisi Grasstrack PP IMI.

Memang kejadian seperti ini bukan hanya sekali, bahkan sudah sering terjadi pada saat balapan dan dari kejadian ini semoga kedepan balapan Indonesia bisa lebih baik lagi dan menjadikan kejadian ini adalah guru terbaik yang pernah dilakukan.

Penulis : Agis Maulana | Foto : Agis Maulana.