Modifikasi : Yamaha X-Ride Ngawi, Hasil Riset Jangka Panjang Sebuah Rangka

799
sss

OtomotifZone.com-Ngawi. Kelas matic pada awalnya mengandalkan rangka bawaan motor yang hanya di perkuat sasis tengahnya saja. Kondisi trek yang satu lintasan dengan kelas Grasstrack lainnya. Tak ubahnya lintasan Supercross dan Motocross membuat kaki-kaki motor ini rontok bagian roda belakang. Taulah, batang as roda cuma di sunggi satu batang shockbreaker.

New RC3 Products

Di alami juga pada pacuan Kiky Cahya Andika bersama team UD. Hasil Bumi Ngawi ini. Tahap awal mencoba solusi dengan memberi double shockbreaker belakang agar as roda sedikit kuat.

“Lha trek pada kelas matic rata-rata sudah bekas buat balap kelas lain yang hampir beberapa kondisi berubah bumpy. Akhirnya frame beserta kaki-kaki di rombak total layaknya bebek standar Grasstrack,” ucap Bambang “Bembenk” pemilik team juga juragan penggilingan beras ini.

Dari sini dimulai merombak wilayah fisik. Rangka dari pabrik sementara di simpan gudang. Rangka baru hitungan bengkel andalan Linmei Darminto Ngawi.

Waktu itu lawan main mulai pakai matic memakai rantai dan mesin berpindah di tengah. Sama, punya Kiky juga di buat mirip. Cuma sudut miring dan panjang agak berbeda. Bimsalabim jadilah seperti di foto. Terlihat jelas shock depan pakai KLX dan shock belakang pakai double.

Tapi kabarnya mesin kembali di oprek menyusul sudah mantabnya sektor mesin. “Mesin up sampai 200cc memakai piston CBR. Klep In-Ex pakai ukuran 31/26,” tambah Benk.

Sistem pengkabutan memakai karburator PWK merk UMA 28. Sedangkan rasio pakai Mio lama di racik. Pada pilihan gear khusus motor ini nekat di kasih gear berat.

“Final gear depan 33 belakang kasih 40,” tutup Benk. Roda depan memakai ring 17″ dan belakang 14″.

Bukti? Seri 1 Indiel Series Mijen juara pertama, Bravos Supergrasstrack Temanggung kemarin lanjut juara pertama.

Dua event sukses di kangkangi motor ini.

Penulis : Hafid | Foto : Hafid