Ditunjang Variasi Ciamik, Tampang Honda Grand Ini Berkesan Tuwir Namun Lebih Eksentrik

151
Honda Grand
sss

OtomotifZone.com – Kalimantan Tengah. Kalau dilihat sekilas, banyak yang mengira jika motor berkelir biru ngejreng ini adalah bebek pitung alias Honda C-70. Karena secara nyata memang merupakan varian Honda tipe C-series. Dan hal itu tidak dipungkiri pula oleh Joko Santoso, selaku pemilik motor ini.

New RC3 Products

“Bodi memang punya bebek pitung puluh atau 70, tapi mesinnya saya pakai dari Honda Astrea Grand lansiran 1997. Supaya akselerasi motor lebih mumpuni saat dibawa turing jauh sekalipun melintasi kawasan Pulau Kalimantan ini,” sebut Joko perantau asal Madiun, Jawa Timur, yang kini tinggal di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Knalpot variasi R9 dipadukan sokbeker tabung YSS

Selain itu ada ambisi tertentu yang dipilih Joko dengan konsep modif berbasis Astrea Grand ini. Menurutnya, tampilan Grand memang jadi terkesan tuwir alias tua karena menggunakan rangka bodi C-70, tapi coba diakali lagi agar nampak lebih dinamis dan eksentrik. Yaitu dengan menerapkan beragam variasi ciamik dan sedang ngetrend saat ini.

Yang pertama dilakukan untuk ubahan modifnya, melapisi kembali bagian kerangka tulang asli C-70 dengan baluran cat biru metallic kreasi dari bengkel cat Joyo Classic yang ada di kawasan Jl. Bumi Raya, Sampit. Lalu dipasangkan beberapa asesoris pendukung pada tampilannya, mulai dari bagian parts kecil hingga yang besar.

Lengan ayun supertrack makin kokoh di area belakang

Pada kedua bagian peredam kejutnya, ganti dengan variasi. Yaitu di sektor depan pakai sok punya Honda Karisma yang memiliki batang tabungnya agak besar. Sedangkan untuk area belakang terapkan sok model tabung dari YSS. Pemegang kaki bagian belakang alias lengan ayun pasangkan dari produk Supertrack untuk variasi Honda Supra.

Bagian penggerak roda belakang aplikasi rantai variasi berkelir kuning dari produk SSS ukuran 415. Bagian pengabut bahan bakar atau karbu pakai miliknya Honda Supra X-125. Kemudian untuk saluran pelepas gas buang akhir alias knalpotnya dari merk R9.

Agar suhu mesin jadi adem diterapkan variasi oil coller merk TAD. Yang bikin modif ini nampak unik lagi, Joko pasangkan variasi pengendali jarak jauh atau remot pakai dari produk Agras, tapi jalur pemasangannya diubah dan dirakit sendiri karena sesuaikan dengan bagian kabel-kabelnya saat ini.

“Intinya saya kepingin agar modif ini meskipun bergaya klasik namun tidak kalah menarik dengan motor keluaran baru. Apalagi ditopang dengan penerapan variasi baru dan teknologi modern juga,” ujar Kancil, sapaan akrab Joko yang merakit sendiri semua konsep modifnya ini di bengkel Herry Motor 2, Sampit, tempatnya bekerja sebagai mekanik.

Penulis : Obeth | Foto : Obeth

Data Modifikasi :
Pelek depan dan belakang : Rossi 185×17
Ban depan dan belakang : Zeneos NR 62 80/80-17
Lampu depan : Fourji