Podium 4, Perjuangan Keras Prassetyo Hardja Diajang IAME Asia Seri 3 2019 Bira

67
Prassetyo Hardja podium 4
sss

OtomotifZone.com-Bira, Thailand. Sebuah perjuangan keras yang dilakukan Prassetyo Hardja Minggu ini, 25-26 Mei 2019, selama 18 lap sebelum akhirnya harus pasrah dengan tekanan keras 2 pegokart lainnya diajang final, Prassetyo Hardjapun tetap raih podium.

New RC3 Products

Start mulus diajang final IAME Asia 2019 seri 3 kelas senior yang digelar di Bira Kart, Pattaya Thailand ini dilakukan Prassetyo Hardja dirace final, juara Asia dan juara 4 IAME Dunia 2018 ini langsung melejit meninggalkan lawan-lawannya selama 18 putaran, Prass begitu gigih mempertahankan posisi terdepannya meski Anantrhorn asal Thailand menguntit sejak lap 10 dan selalu membututinya, tanpa diduga dari dari belakang, Amer langsung merangsek dan membuat perebutan posisi terdepan semakin seru, ditambah masuknya Wahyu teammate Amer ikut membuat pertarungan final kelas senior begitu menegangkan.

Silih berganti posisi antara Tar dan Amer, untuk menerobos benteng pertahanan Prass yang begitu kokoh selama lebih dari 5 lap sebelum akhirnya Prass harus mengatur posisi karena mendapat dorongan kuat saat memasuki R2, disitulah ketegangan semakin memuncak, Tar yang berhasil merangsek diposisi depan tak lama harus pasrah setelah serangan Amer begitu kuat dan akhirnya Amer memimpin hingga bendera finish dikibarkan, sementara Prass finish diposisi 4.

Pertarungan mekanik dengan terus mencoba chassis CRG sudah berusaha maksimal, perpaduan engine dan chassis yang diramu Bandrio sebagai mekanik sudah semaksimal mungkin dan Prass juga sudah melakukan hal yang sama, namun Lawan memang lebih kencang dilihat dari catatan waktunya, dimana Prass meraih time dengan waktu 56.079 detik, sementara Amer Harris meraih catatan waktu terbaiknya 55.130 detik disusul Tar dengan waktu 55.912 detik.

Prassetyo Hardja dan Handi Hardja

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan posisi terdepan, namun lawan juga berusaha terus menekan saya, saya tetap berusaha ngotot, namun jika terus dipaksakan, peluang podium akan hilang saat Amer dan Tar mencoba menekan dari sisi dalam saat memasuki tikungan 2, semoga seri berikutnya bisa meraih yang terbaik untuk team dan memberi hasil maksimal dengan pengembangan chassis CRG ini, mohon doanya saja”, papar Prass.

Prassetyo Hardja, mekanik dan perwakilan CRG
Prassetyo Hardja, mekanik dan perwakilan CRG

Bandrio juga berpendapat yang sama, “saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meraih yang terbaik, hasil ini menjadi evaluasi untuk seri-seri berikutnya, apalagi track Bira ini sangat sulit diterka, karena selalu berubah-ubah kondisi tracknya, membuat kita sebagai mekanik berpikir keras untuk menaklukannya”.

Perjuangan belum berakhir, test Chassis CRG menjadi PR bersama pembalap, mekanik dan team untuk memberikan yang terbaik.

Penulis : Edi Batrawan | photo : Edi Batrawan