Sirkuit Manggul Lahat Ditutup Saja, kecewakah..???

5361
Penampakan Sirkuit Manggul Lahat dari udara
sss

OtomotifZone.com-Lahat, Sumsel. Kabar tidak menggembirakan muncul dari pengelola sirkuit permanen Manggul, Lahat, Sumatera Selatan, sirkuit dengan kondisi track representatif untuk kejuaraan level nasional baik untuk karting, motor bebek dan motor ber cc 250 pun sangat layak, namun setelah beroperasi berjalan tahun ke-3 ini terpaksa akan ditutup peruntukannya untuk kegiatan motorsport.

New RC3 Products

Kabar tersebut terucap langsung dari Indra Zafella, penanggung jawab sirkuit Manggul Lahat menuturkan, “sirkuit Manggul Lahat sudah dibangun dengan biaya pribadi Ka Wari (Aswari Rifa’i), dengan harapan bisa berfungsi maksimal untuk kemajuan otomotif Sumatera Selatan, namun belum dipandang sebagai sirkuit yang layak dan mendapat apresiasi, padahal pengorbanan beliau sangat besar untuk mewujudkan impiannya, namun hingga saat ini, sirkuit permanen yang dibangun dengan susah payah belum sekalipun menggelar event sekelas kejurnas, daripada tidak mendapat perhatian, mending ditutup sajalah”.

Indra Zafella, Direktur Sirkuit Manggul dan owner team
Indra Zafella, Direktur Sirkuit Manggul dan owner team

Sejak sirkuit ini diresmikan Mei 2017 silam, hanya beberapa club event yang singgah disirkuit garapan Bupati Lahat 2 periode ini, diawali dengan event Cendrawasih Bungsu road race menjadi event pembuka, dimana Lahat adalah salah satu kabupaten yang berada di kawasan Provinsi Sumatra Selatan. Berkat dukungan dan kekompakannya pada akhirnya Kabupaten Lahat mempunyai Sirkuit Permanen Sendiri. Sirkuit yang di bangun di atas lahan seluas -/+ 10 Hektar dan memiliki panjang 1.6 Km diberi nama Sirkuit Manggul. Perjuangannya rupanya sia-sia, itu yang membuat pengelola sirkuit akan meluluhlantakan sirkuit ini.

Gosip yang menyeruak kalau tanah dan lahan sirkuit itu tersandung masalah hukum, dibantah langsung oleh Indra, “Itu tanah aset pribadi tanah turun temurun dari kakek neneknya ka Wari, berkoban menggunakan aset pribadi dan uang pribadi untuk kemajuan otomotif Sumsel tapi tidak dihargai, jadi kalau ada yang bilang sirkuit itu disegel karena ada masalah hukum itu adalah Hoax”, tandasnya.

Jika memang itu terjadi, sangat disayangkan, sirkuit dengan fasilitas mumpuni dengan akses hospitality yang represtatif, dekat dengan stasiun dan kurang lebih 1 jam dari bandar udara diwilayah sekitarnya akan ditutup, tinggal jalan kaki dari hotel ke sirkuit ini sangat sayang jika tidak dimaksimalkan dengan baik, benar tidaknya tak mendapat apresiasi dari organisasi atau tersandung masalah hukum bukan ranah kami, yang penulis sayangkan adalah ada sirkuit permanen tidak bisa maksimal difungsikan, sementara kota lain sangat membutuhkan sirkuit tersebut.

Semoga cepat mendapat solusi terbaik demi kemajuan otomotif Sumatera Selatan.

Penulis : Edi Batrawan | photo : Dok OZ