AMC Round 3 Sepang 2019 : Senna SN, The Real Great Wall of China

55
Senna SN, tembok China Asia
Senna SN, tembok China Asia
sss

OtomotifZone.com-Sepang, Malaysia. Meski tidak dalam performa terbaiknya diajang AutoInc Asia max Challenge 2019 sejak seri 1 hingga seri 3 Minggu kemaren (16/6), kehadiran Senna SN tetap menjadi sorotan publik karting yang hadir di Sepang International Karting Circuit, Malaysia.

New RC3 Products

Hanya menempati posisi 10 saat menjalani sesi qualifying time trial, Senna SN tidak serta merta pasrah dengan keadaan, struggling dan terus improve dengan setingan chassis, Senna tetap berusaha untuk raih point, karena di 2 seri sebelumnya, Senna harus banyak kehilangan point karena trouble engine. Tampil dengan ngotot, heat 1 Senna mampu memperbaiki posisi dan finish diuturan 7 setelah menghabiskan 10 putaran, kemudian dilanjutkan diheat 4 dan mampu mempertajam posisi 4 setelah berjuang keras untuk terus defense dengan posisisnya ditutup sempurna di heat 2, dan membuat para pembalap yang mencoba overtake harus berfikir keras bagaimana caranya agar bisa melewati kokohnya pertahanan Juara Asia beberapa kali ini.

Berbagai cara untuk curi posisi Senna
Berbagai cara untuk curi posisi Senna

Senna SN dalam ajang AMC kali ini bergabung dengan Element Racing Singapura ini tidak ingin mengecewakan team dan dirinya tentunya, meski dengan kondisi chassis yang masih belum ketemu setingannya, Senna tetap berusaha untuk tampil sempurna, saat prefinal, Senna sempat berada diposisi ideal untuk tampil didepan, namun Senna harus berjuang keras mempertahankan posisinya namun harus menerima kondisi dan melorot finish diurutan 6, meski setelah berjuang keras menaklukkan strugglenya setingan.

Cerita kenapa Senna SN mendapat julukan Tembok China, justru terlihat dan terjadi saat laga final kelas DD2 Senior kemaren. Senna memang memperlihatkan skill balap yang sesungguhnya, menempati grid 6 laga final, Senna SN langsung melakukan strategi ofensif untuk menempati posisi ideal untuk meraih podium, beberapa kali pembalap dibelakangnya kewalahan untuk meng overtake Senna, berbagai cara dilakukan Nik Zamir, segala kemampuan sudah dilakukannya agar bisa mendahului Senna SN, namun semua usahanya mentah dan mental, sodok sisi kiri, sikat bagian kanan dan hingga harus cium bumper Senna, mahasiswa Binus Jakarta tetap tenang mempertahankan linenya, dan selalu menutup celah selobang jarum sekalipun, itu yang membuat para pembalap prustasi dan angkat tangan jika sudah berada dibelakang Senna.

Senna SN podium 4 DD2 Senior

Dan terbukti, setelah Senna SN mati-matian mempertahankan posisi dan meraih podium 4 dikelas DD2 Senior, langsung menjadi gosip, bahwa Senna is the China Great Wall, pegokart yang sangat super duper susah ditembusnya meski speed pembalap dibelakangnya jauh lebih kencang dari dirinya, dan OZ sendiri sudah menjuluki dirinya sejak 2 tahun lalu, dan kokohnya Senna baru dirasakan sebenar-benarnya kemaren.

Baru tahu ya….Selamat Sen, akhirnya raih kembali point.

Penulis : Edi Batrawan | photo : edi Imola