Modifikasi Ala Pimpinan Band Dangdut Dari Purwokerto Ini, Bikin Tampang Macan Jadi Lebih Sangar

216
sss

OtomotifZone.com – Purwokerto. Ditengah kesibukkannya dalam mengelola dan memimpin grup band dangdut bernama Ariesta yang berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah, ini, tidak membuat Bimo Subiakto Tuhagono, melupakan hobinya yang doyan riding. Hal itu terlihat pada tampilan dari Honda Tiger lansiran tahun 2005 miliknya yang telah dipermak ulang dan kini jadi nampak kekar serta sangar.

New RC3 Products

Di soal modifikasi motor, bisa dibilang Bimo ini merupakan pemain lama dalam hal permak bodi dan tampang besutannya tersebut. Paling dominan modifnya ini bergenre kental ala motor buntung alias streetfighter, yang memang sudah menjadi ciri khas dari kalangan minorfighter atau kaum WJS (West Jateng Style) di kawasan Banyumas, ini.

Namun pada konsep modif yang diterapkannya kali ini, sedikit berbeda dari tema yang biasanya. Bimo beralasan jika bagian belakang yaitu joknya, saat ini tetap terpasang agar dapat membonceng anak atau istrinya ketika riding seputaran kota yang terkenal dengan penganan khasnya berupa Mendhoan.

Bimo lebih terfokus pada bagian perangkat kaki-kaki yang dibikin kekar agar nampak lebih berotor, disesuaikan pula dengan postur bodinya yang besar. “Urusan modif memang bertolak belakang dengan kesibukkan saya di grup dangdut ini. Untuk motor tetap lebih kepincut pada bentuk yang terkesan gambot, biar makin pede kalau diajak manggung,” sebut Bimo.

Unsur bodi asli bawaan Honda Tiger alias Macan ini, diganti fullset dengan bodi serupa namun tahun perakitan yang terbilang muda agar makin sporty dan sesuai tema streetfighternya. “Bodisetnya pakai punya Tiger Revo, yang dari segi desainnya lebih meruncing serta makin futiristik,” tukas Bimo.

Bimo Subiakto Tuhagono, Pemilik Honda Tiger

Perangkat dibagian kaki-kaki aplikasi pretelan limbah moge. Swing arm alias lengan ayun comot dari Honda CBR600 yang dipadukan dengan pelek Suzuki Hayabusa Gen1. Peredam kejut alias sokbeker depan model upside down dari miliknya Suzuki GSX-400 dan dikombinasikan dengan pelek depan Yamaha R1.

“Area kaki-kaki limbah dari berbagai merk, karena memang suka dan sudah lama saya incar model itu. Menurut saya nampak klop dipasangkan di macan ini,” kekeh Bimo.

Area kaki belakang nampak gambot dan berisi

Tarikan mesin si Macan ini dirasa perlu untuk upgrade lagi, karena sudah berusia empatbelas tahun. Urusuan sektor mesin diserahkan pada Nero Speed, sebagai bengkel langganan dan rujukkan Bimo sejak lama.

Dan kini tampilan dari si Macan hitam sudah lebih fresh dan siap dibawa riding kemana pun atau pas manggung sekalipun.

Penulis : Obeth | Foto : Istimewa

Data Modifikasi :

Footstep depan : Yamaha R15 v3

Footstep belakang : Suzuki Satria FU 150

Speedometer : Koso

Ban belakang : Pirelli 190/50/17

Ban depan : IRC 110/70/17

Modifikator : Agus Djanuar, XK (Kalika) Bike Design, Pasirmuncang – Purwokerto.