Setelah 14 Tahun, Zahir Ali Kembali Tebar Ancaman Di IAME Asia 2019 Langkawi

112
Zahir Ali, pegokart Senior Indonesia
sss

OtomotifZone.com-Langkawi, Malaysia. Medio 2000-an adalah masa keemasan Zahir Ali, siapa yang tidak kenal sepak terjangnya diajang karting internasional, ditutup manis diajang jet darat A1 yang menggegerkan dunia otomotif Indonesia kala itu, masih tetap eksis hingga sekarang.

New RC3 Products

Bicara Langkawi, bagi Zahir Ali bukan hal baru lagi, kehadiran dan turunnya Zahir diajang IAME Asia Series 2019 putaran 5 yang digelar Sabtu-Minggu, 3-4 Agustus di Morac Park Circuit, Langkawi, Kedah Malaysia ini malah bikin geger kembali jagat karting Asia.

Pembalap andalah ASR Motorsport Indonesia ini bukan muda lagi dikelasnya, apalagi jika menyebut nama Langkawi, baginya Langkawi menyimpan kenangan tak terlupakan jika kembali tahun 2005, 14 tahun silam dirinya sudah turun dikelas senior, ditahun yang sama di 2005, Zahir Ali turun pertama kalinya di ajang Asia Max Challenge dan didaulat menjadi juara Asia kala itu danmendapat tiket diajang World Final Rotax Max Challenge/RMCGF 2005.

2019 kembali turun dikelas yang sama dan berhadapan dengan 24 pegokart senior yang usianya jauh dibawahnya, Zahir Ali tetap bikin geger dan kejutan mencengangkan, disaat pembalap lain harus berkutat dengan setingan pas untuk menaklukan sirkuit Langkawi, Zahir Ali yang dikawal 2 mekanik Iwan Julianto dan Ableh sudah menunjukkan dominasinya saat Qualifying, Zahir bertengger diposisi tercepat.

Heat 1 tetap mendominasi dengan finish diposisi 1 dan berada diposisi 3 heat 2 dibawah Lester So dan prassetyo Hardja, akumulasi posisi 2 heat, saat Prefinal Zahir Ali menempati posisi 3, sementara Prassetyo Hardja diposisi 1 dan Lester So diposisi 2.

Kehadiran Zahir Ali dikelas senior dengan penampilan sempurna dirace awal, memang bikin mekanik dan pembalap lain kelimpungan, usia diatas rata-rata masih mengasapi pembalap muda lainnya dikelas senior, bahkan hingga race finalpun, Zahir Ali menempati grid 3 dibawah pemimpin klasemen point sementara Prassetyo Hardja.

Zahir Ali memberi kejutan dikelas Senior

Meski hasil final tidak semaksimal hasil saat qualifying dan prefinal, Zahir Ali seangkatan dengan Aaron Lim ini sudah memberi pelajaran berharga terhadap pembalap muda Asia lainnya, jangan pandang remeh pembalap senior yang usianya diatas mereka, justru mereka harus banyak belajar bagaimana melakukan komunikasi kepada mekanik sebelum dan setelah race terhadap performa gokartnya, input tepat dan akurat akan membuat setingan chassis dan engine akan sesuai harapan.

“Saya sangat menikmati race di Langkawi ini, setelah 14 tahun silam saya balap di track ini, Feels good aja, setelah 14 tahun silam saya masih on the pace, apalagi 2005 saya 2 kali turun di track Langkawi ini, dan 2019 kembali balap, yang berbeda hanya grid start aja yang dibalik, sekarang clock wise, Oke lah balapnya meski selalu unlucky dirace final”, papar Zahir Ali.

Faktor luck memang selalu mengikuti setiap race kepada siapapun, tapi intinya jangan remehkan usia diatas rata-rata, tapi skill dan pengalaman tetap menjadi salah satu alasan kenapa Zahir Ali masih tetap turun dan masih menebar ancaman serius pembalap senior muda lainnya, menjadi inspirasi itu intinya.

Penulis dan photo : Edi Batrawan