AHRS IRC IDC Dragbike 2016 Boyolali : Tak Bisa Diprediksi Banyak Pembalap Frustasi

0
1783
sss

OtomotifZone.com – Boyolali. Seri ke 3 tayangan dragbike keren AHRS IRC IDC Dragbike Championship berlangsung di sirkuit NP Alun Alun Boyolali(10/4). Kali ini banyak pebalap di kelas poin gigit jari dan frustasi. Pasalnya kondisi tak bisa diprediksi, alih alih mau menambah poin yang terjadi sebaliknya. Serbuan dragbiker dari luar Jateng khususnya Jatim, Jabar, DKI membuat pebalap Jateng kedodoran, apalagi mereka mampu merebut juara 1.

Termasuk diluar prediski adalah Galih Dwi dari tim Kawahara Tri Jaya Sakti Pell’s gagal total di kelas poin. Padahal di babak penyisihan action pebalap tuan rumah ini cukup menjanjikan. Masuk babak final 4 kelas di posisi 5 besar, bahkan di kelas Super FFA Galih Dwi nembus finish paling cepat dengan catatan waktu 07.174 detik. Namun pas babak final malah hancur minah. OtomotifeZone.com sempet memergoki Galih Dwi terduduk lesu di aspal. Kalem bro masih ada seri lainnya.

Galuh Dwi, kalau event kejurdanan masih bisa diprediksi
Galuh Dwi, kalau event kejurdanan masih bisa diprediksi

“Hadehhh nggak bisa diprediksi mas kalau event gede kayak gini, apalagi dihitung kayak matematika. Difinal saya malah terlempar dari 5 besar, padahal saya tak punya beban alias main los saja karena poinku kan memang kecil di klasemen sementara. Nalarnya kan kalau orang main los saja bias dapatlah. Eh ini blong kelas wajibnya,” kata Galih Dwi pada OtomotifZone.com.

Nasib apes juga dialami oleh Eko Chodox Sulistiyo dari tim Simple Concept. Penampilan di seri sebelumnya si Chodox mulai lumayan bagus mengumpulkan poin. Tambah semangat dan memprediksi nambah pundi poin. Tapi baru mulai babak penyisihan motornya bermasalah.

Empat kelas wajib justru tidak masuk final, biang keroknya adalah faktor kendaraan yang mengalami gejala over heat. Dua besutan yang diajak gaspol mesinnya jebol. Satu lagi kabel gas putus padahal finish masih jauh. Hanya dua kelas saja yang masuk final yaitu Sport 2T Tune Up 155 cc dan Bebek 4T Tune Up 200 cc.

Eko Chodox, did not finish gara gara piston pecah
Eko Chodox, did not finish gara gara piston pecah

“Itupun pas babak final radiator Kawasaki Ninjanya bermasalah. Cukup lama juga mbenerin radiatornya. Saya sudah feeling jeleklah time nya. Lha beneran saat gaspol terdampar di urutan 12. Yang Bebek 4T Tune Up 200 setali tiga uang, apes pokoknya. Nggak pulang Semarang dulu ini mau refresing di Jogja dulu biar hilang stresnya,” canda Eko Chodox Sulistiyo.

Hanya dua kelas yang bisa diselamatkan oleh pebalap Jateng. Hendra Kecil finish tercepat di kelas Bebek 4T Tune Up 130 cc dan Rully PM menjadi penyelamat di kelas Sport 2T Tune Up 140 cc. 4 kelas poin direbut oleh pebalap luar Jateng. Yaitu Erwin Sedrex, Asep Robot dan Dafi Mini.

Wiwi Mungil, mengalahkan pebalap pria di kelas bracket 8 detik
Wiwi Mungil, mengalahkan pebalap pria di kelas bracket 8 detik

Satu satunya bidadari dragbike yang setia ikut event bergengsi AHRS IRC IDC Dragbike Championship dan frustasi juga adalah Wiwi Mungil dari Bandung. Tak kalah frustasinya sih sebenarnya tapi karena bawaannya selalu ceria jadi Wiwi Mungil nggak kelihatan stressnya. Canda loh Wiwi hehehe. Bayangkan, sejak ikut pertama kali event ini sampai sekarang Wiwi Mungil baru naik podium sekali di kelas wajib Matic Tune Up 200 cc.

“Dari akunya sih yang memang belum greng ato lebih galak lagi bejek gasnya di kelas poin. Pernah sekali itupun dapat juara dua pada tahun 2014. Udah lama banget itu om. Walau gagal saya seneng juga sih soalnya dapat juara 1 dikelas Bracket 8 detik,” senyum Wiwi Mungil dari Tim Kawahara Trijaya Sakti Pell’s. Sip!.

Penulis : Unang | Foto : Unang

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.