Aksi Kung Fu Racing Lubuk Linggau, Kalingga Minta Maaf, dan Dimaafkan Team Bengkulu

0
4953
photo ilustrasi kejadian
sss

OtomotifZone.com-Palembang. Setelah aksi kungfu racing dan kuda terbang viral oleh netizen, Kalingga dan team akhirnya berjiwa besar meminta maaf kepada pembalap dan team asal Bengkulu, kejadian tersebut terjadi diajang Walikota cup Road race Lubuk Linggau, Minggu, 15 November 2020 kemaren.

peraih tiket nonton gratis MotoGP Sepang sebagai ganjaran juara SCP tahun lalu, Kalingga rupanya lupa, mata netizen lebih galak dari Satpol PP saat bertugas, cukup kutoa dengan kamera resolusi mumpuni sudah membuat semua aksi dan kegiatan dapat diabadikan oleh para penonton, dan nasib sial menimpa Kalingga.

Kalingga

Aksi saling pepet dalam sebuah race memang sudah lumrah, apalagi road race yang terkenal dengan sebutan pasar senggol, karena sering dihelat disirkuit dadakan, namun emosi Kalingga tersulut oleh aksi Tio, pembalap dari team Bocil racing team Bengkulu, tidak terima dikacangin pembalap rumahan, emosi pembalap nomer start 92 ini tersulut emosinya, darah muda langsung naik dan tanpa melihat dirinya adalah pembalap sedeed, langsung cari tikungan yang pas untuk melakukan aksi balasan, dan klik, tertangkap kamera, Kalingga melakukan aksi tidak seharusnya dilakukan.

Kejadian tersebut langsung viral dan menjadi heboh, video kung fu dan kuda jingkrak menyebar di social media, penyesalan datang belakangan, karena pendaftaran pasti diawal, buru-buru Kalingga dan Belando racing Palembang tempat dio bernaung, langsung buru-buru mengklarifikasi menurut versinya, penulis yang sempat mendapat kiriman video tersebut langsung terkejut dan rupanya sudah viral, disitulah terjadi sebuah penyesalan dari Kalingga.

Budhi Kumara Supardi

Dengan jiwa besar, akhirnya Kalingga dan Budi Sinchan dari team Belando racing team sudah melakukan komunikasi atas kejadian tersebut dan minta maaf, dan team BRTB Bengkulu pun lewat Bowo juga memberi maaf dan sepakat untuk tidak memanjang dan cukup sampai disini.

“saya sangat menyesal atas kejadian ini, saya tersulut emosi, saya tidak akan mengulangi kejadian ini dan saya meminta maaf kepada pembalapa dan team Bengkulu, publik racing Indonesia dan team, sekali lagi kami minta maaf”, papar kalingga, diaminkan Budi Shincan.

Tio, pembalap asal Bengkulu

Saat penulis konfirmasi ke Bocil racing team Bengkulu, team yang baru berdiri dan bermarkas dibilangan Sawah Lebar Bengkulu ini berujar, “kami memaafkan kejadian tersebut, saya juga bertanya kepada pembalap saya, Tio, dia mengaku pepet-pepetan rebutan line untuk masuk tikungan, namanya juga balap dijalan sempit om, tapi intinya kami juga memberi maaf kepada Kalingga dan team, dan berharap kasus ini selesai sampai disini”, tutur Bowo.

Komunikasi itu penting, saling membela diri juga tidak selamanya menyelesaikan masalah, saling memaafkan dan berjiwa besar itu lebih penting, motorsport dengan falsafah sportifitas, harusnya itu yg menjadi acuan dan pegangan.

Semoga kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Penulis : Edi Batrawan | photo : Edi dan Dian

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.