All New Mazda-3 Padukan Desain Single Motion Dan Tema Less Is More Sebagai Generasi Baru Zom-Zom

0
16
sss

OtomotifZone.com – Bandung. Bertempat di salah satu ruang dari Hotel yang ada di kawasan Mall terbesar di kota Bandung, Selasa, (23/7/2019) kemarin, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai agen tunggal dan distributor ekslusif Mazda di Indonesia, meluncurkan produk atau varian terbarunya yakni All-New Mazda3. Ada dua varian yang dikenalkan, yaitu tipe hatchback dan sedan.

Tampilan dari All-New Mazda3 ini mengusung beberapa fitur dengan teknologi lebih canggih serta desainnya yang kian elegan. Untuk Mazda tipe Hatchback terlihat lebih bertenaga dan menggoda yang akan menambah daya tarik tersendiri dalam mengendarainya. Sedangkan Mazda tipe Sedan tampilannya nampak sederhana, bersih dan memukau juga menonjolkan kedewasaan dan kemewahan yang sempurna.

“Dengan hadirnya Mazda 3 ini yakin akan menaikkan kontribusi yang bagus dan dengan target penjualan di kota Bandung sekitar 8 hingga 10 unit per bulan. Pada semester pertama dalam periode Januari hingga Juli 2019, Bandung dan Jawa Barat berkontribusi pada angka 7 persen dari penjualan Mazda secara nasional,” sebut Chairul Anwar yang menjabat Branch Manager Mazda Bandung.

Ditambahkan pula untuk pangsa pasar Hatchback ini cukup besar dan bisa berkontribusi terhadap penjualan Mazda secara menyeluruh. Sesuai dengan potensi pasar yang ada, target penjualannya ini jika dipersentasikan sekitar 80 persen untuk hatchback dan 20 persen tipe sedan.

Begitu pula dengan apa yang disampaikan oleh Ricky Thio. “Kehadiran All-New Mazda3 di Bandung, seperti apa yang sudah jadi komitmen jika Mazda akan untuk terus eksis di pasar otomotif Indonesia, seperti kota Bandung dan sekitarnya. Kami akan berupaya dalam memperkenalkan produk-produk terbaru Mazda dan meningkatkan kualitas peayanan untuk purnajual kembali Mazda di Jawa Barat ini,” ungkap Ricky Thio yang menjabat Direktur Sales, Marketing dan PR, PT EMI.

Pada ajang Gaikindo International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE, BSD City, Tangerang, Banten, Mazda menargetkan penjualannya yang cukup besar dengan sebanyak 700 unit. Sedangkan secara nasional, Mazda3 akan ditargetkan 50 unit per bulan bisa terjual baik itu hatchback atau sedan. Untuk komposisi perjualan nasional di Jabodetabek sebanyak 63 persen, lalu di Jawa Timur 11 persen, kemudian di Jawa Tengah 8,5 persen, dan Jawa Barat sudah 7 persen.

Penjualan terbesar secara nasional justru dari tipe SUV CX5 dengan kontribusinya 37 persen, lalu diikuti tipe small hatchback sekitar 31 persen, dan Mazda CX3 sebanyak 15 persen.

Sebagai model pertama yang mengadopsi dari evolusi terbaru pada desain KODO, All-New Mazda3 tetap menampilkan desain “single motion” yang nampak sederhana, namun sudah lebih baik dari generasi sebelumnya. Desain Mazda3 terbaru di model hatchback dengan sentuhan desain yang nampak lebih menarik. Untuk tipe sedan lebih condong pada desain yang elegan. Dari segi nama memang sama-sama mengusung Mazda3, namun kedua tampilannya yang beda.

Sesuai dengan tema “less is more” desain semua elemen di dalam kabin dirancang sesederhana mungkin sehingga dapat menonjolkan wilayah kabin. Hal ini membuat tingkungan kabin semakin nyaman yang menjadikan pengemudi serta mobilnya dapat tersambung secara natural sehingga pengemudi bisa lebih fokus saat mengendarai.

Kedua tipe All-New Mazda3 ini mengadopsi mesin berbahan bakar bensin SKYACTIV-G 2,0 liter terbaru yang sudah mendapatkan pengembangan teknologinya. Mesin ini juga dapat mengoptimalisasi di bagian intake port dan bentuk piston, split fuel injection serta katup pendingin untuk bisa menghasilkan tingkatan yang lebih baik pada performa dinamis, bahan bakar lebih efisiens dan keramahan lingkungan. Distribusi tenaga dan torsi disalurkan melalui transmisi otomatis 6-speed SKYACTlV-DRIVE.

Lalu pada fitur G-Vectoring Control Plus (GVC Plus) yang dimiliki oleh Mazda3 merupakan pengembangan dari fitur G -Vectoring Control (GVC) sebagai bagian dari teknologi SKYACTIV-VEHICLE DYNAMICS milik Mazda. GVC Plus ini menambahkan kendali moment secara langsung melalui rem. Hal ini bisa lebih memungkinkan mobil dapat mengatasi manuver atau penghindaran darurat dengan lebih baik dan menawarkan pengendalian yang meyakinkan di berbagai situasi. Termasuk saat perubahan lajur diantaranya saat kecepatan tinggi dan berkendara di jalan yang licin.

Penulis : Obeth | Foto : Obeth

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.