Bahaya Rem Mendadak Saat Kecepatan Tinggi

0
19
sss

OtomotifZone.com – Jakarta. Kalian tau tidak si, Rem pada kendaraan bermotor itu gunanya bukan untuk mengentikan laju. Melainkan untuk menghambat laju. Jadi maksudnya untuk memperlambat laju saat dalam kecepatan. Nah kali ini penulis punya tips dan trik. Yang mana ini ampuh saat digunakan penulis saat touring menuju Timor Leste bersama Kawahara.

Menurut penulis ada beberapa faktor kecelakaan terjadi. Dan pengereman mendadak menjadi bagian dari suatu kecelakaan. Sering kali saat kecepatan tinggi kalian sulit kendalikan kendaraan. Kita ambil contoh motor. Dalam kecepatan tinggi kita harus berhati hati.

Kawahara Tour Timor Leste
Kawahara Tour Timor Leste

Kenapa demikian? Saat dalam keadaan kecepatan tinggi tiba tiba ada tikungan contohnya didepan, kepanikan pasti menjadi salah satu hal yang dirasakan. Lalu kalian tarik tuas rem dan apa yang terjadi, pastinya bila ketika kita sedang dalam kecepatan tinggi dan langsung tarik tuas rem maka kendaraan akan ngepot tapi tetap meluncur deras kendaraan anda.

Ini bila anda bisa menyeimbangkan kendaraan anda. Kalau tidak kalian bisa terjatuh. “Banyak yang belum mengetahui bagaimana teknik pengereman yang efektif dan maksimal. Sehingga terkadang pengendara sepeda motor disaat menemukan potensi bahaya mendadak langsung menggunakan rem dalam kecepatan tinggi karena biasanya mereka panik dan itu berpotensi memunculkan bahaya atau kecelakaan,” ujar Ludhy Kusuma, selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora.


Ketika menggunakan rem sepeda motor, bukan sekadar menarik tuas atau menekan pedal saja tetapi ada caranya terutama dalam kecepatan tinggi. Efektifnya, saat melakukan pengereman kita usahakan untuk relaks dan tidak panik. Setelah itu pengendara harus memahami langkah-langkah pengereman yang aman mulai dari menutup putaran gas, kemudian menarik tuas rem depan dan belakang harus dilakukan secara bersamaan, serta tidak disarankan hanya menggunakan salah satu rem.

Posisi jari tangan juga wajib diperhatikan, tidak semua jari bisa menggenggam tuas rem karena ini menyangkut situasi dan kondisi. Disaat pengereman darurat butuh pengereman yang maksimal dan itu lebih efektif apabila kita menggunakan empat jari sekaligus agar titik berhentinya lebih dekat dan maksimal.

“Pada dasarnya untuk motor matik, bebek, dan sport sama saja tahapannya. Akan tetapi untuk motor bebek dan sport masih bisa dilakukan bersamaan dengan engine brake agar pengereman lebih maksimal lagi,” kata Ludhy.
 
Pada intinya kita harus mengubah pola pikir dan memahami tahapannya dulu.  Kebanyakan pengendara sepeda motor selalu menyudutkan atau meletakan jari telunjuk ke tuas rem depan saat berkendara. Padahal teknik tersebut salah, seharusnya posisi jari semuanya mengepal pada grip gas dan tidak ada yang menempel pada tuas rem.

“Hal tersebut sangat berguna untuk mencegah penekanan rem yang tidak dibutuhkan yang sering dilakukan tanpa disadari. Bila jari berada di grip maka akan lebih responsif ketika melakukan pengereman sehingga saat berkendara kita tetap #Cari_Aman,” tutup Ludhy.

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.