Cuaca Masih Menjadi Kendala Prassetyo Hardja Di IAME International Final 2019 Le Mans Prancis

68
Prassetyo Hardja
sss

OtomotifZone.com-Prancis. Perjuangan berat juara IAME Asia 3 kali berturut-turut memang terbilang berat kali ini, dimana Prassetyo Hardja hanya mampu lolos hingga final B kelas senior ajang IAME International Final 2019 yang digelar 13-19 Oktober 2019 di Le Mans Karting Internasional, Prancis.

New RC3 Products

Hasil Qualifying diraih saat hujan sementara berapa grup digelar saat kering, menjadi awal beratnya perjalanan Prass, membuat Prass berada grup H dan menempati grid 14 saat qualifying heat.

Prassetyo memulai heat memang semakin berat setelah beberapa kali hasilnya kurang maksimal setelah bersaing ketat untuk meraih posisi ideal untuk lolos Final B, namun Prass hanya sekali meraih posisi 4 terdepan, selebihnya harus pasrah setelah 3 kali mendapat pinalty saat bumper drop, namun perjuangan Prass untuk fight patut diacungi jempol.

Hasil kurang maksimal dari beberapa qualifying heat membuat Prass menempati grid 32 saat Final B dan hasil yang diraih saat itu, Prass berhasil finish 23 setelah berjuang keras berusaha tampil habis-habisan, namun hasilnya memang masih belum memenuhi target lolos Final A.

Cuaca yang cepat berubah menjadi salah satu kendala besar bagi Prass dan mekanik untuk menentukan setingan yang pas, karena saat seting sebelum race di Paddock dan bersiap untuk menuju waiting zone, cuaca tiba-tiba berubah dari hujan ke kering, mekanikpun melakukan perubahan cepat, namun perubahan setingan belum selesai dilakukan, cuaca kembali berubah hujan dan membuat para mekanik kelimpungan menentukan setingan, pressure angin basah dan kering juga menjadi PR besar mekanik, hingga penentun gear saat basah dan kering juga membuat pusing mekanik, hal tersebut disampaikan langsung Bandrio dan Dede “godel” HN.

Prass ikut mengamati mekanik

“BUkan saya cari alasan atas prestasi Prass, tapi memang cuacanya yang bikin kita harus berfikir keras, event kali ini berbeda dengan 2 tahun Prass tampil di Le Mans ini, sebentar hujan, sebentar kering dan panas dan kemudian hujan lagi, ini yang membuat set up tidak bisa maksimal, baik setingan angin, gear dan lainnya”.

Prassetyo Hardja sendiri saat diajak berbincang dengan hasil race, Mahasiswa Binus Alam Sutra ini menuturkan, “Saya sudah berusaha keras untuk bisa lolos Final A, namun hasil yang didapat memang tidak memenuhi target, saya menghargai kerja keras mekanik, memang cuaca yang mudaha berubah juga menjadi masalah, mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik’, singkat Prass.

Manuver Prass

Perjuangan keras sudah dilakukan, hasil yang didapat memang belum maksimal, namun jika melihat hasil yang diraih para pembalap Asia lainnya, posisi Prass masih tetap tertinggi dari pembalap Asia lainnnya.

Tetap semangat Prass.

Penulis dan photo : Edi Batrawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here