Dari Hasil Wawancara, Ini Yang Jadi Target Gerry Salim Di Ajang Moto2 FIM CEV

616
sss

OtomotifZone.com – Jakarta. Gerry Salim salah satu rider Astra Honda Racing Team mengaku menjalani tantangan berat pada paruh pertama di musim keduanya kali ini ketika harus bersaing ketat di ajang FIM CEV dengan beradaptasi di kelas Moto2 European Championship dan selalu rutin finish di posisi 12 besar saat balapan.

Hal itu disebabkan karena terjatuh saat mencoba untuk menghindari pembalap yang ada di depannya dan menyebabkan dirinya mengalami cedera patah tulang selangka. Meskipun kini telah mulai pulih, Gerry pun langsung punya target untuk menjalani sisa balapan musim ini, yaitu bisa bersaing dengan para pembalap lain di kelasnya, dan menargetkan naik podium.

Berikut adalah petikan dari wawancara dengan Gerry Salim :

  • Bagaimana evaluasimu dari setengah musim FIM CEV 2019?

“Ini merupakan musim perdana saya memacu motor Moto2 dan paruh pertama berjalan baik, tapi saya berfikir jika saya kurang dapat bersaing dengan para pembalap lainnya. Ini yang akan kami perbaiki dengan melatih mental yang keras agar bisa melakukannya pada paruh kedua musim.”

  • Bagaimana proses adaptasimu di kelas Moto2?

“Adaptasi dengan motor Moto2 sangat menantang dan saya terus berusaha bisa lebih baik lagi agar dapat semakin menyatu 100 persen, tetapi saya belum bisa melakukannya secara kontinu.”

  • Apa saja perbedaan antara motor Moto3 dan Moto2?

“Di kelas Moto3 tahun lalu sangat sulit untuk beradaptasi karena posisi mesin, dan saya tidak merasa nyaman. Namun, ketika menggantikan Ai Ogura di Moto3 Italia, saya bisa mendapatkan posisi yang nyaman dan memacu motor dengan maksimal. Sedangkan di kelas Moto2, saya mendapatkan feeling bagus, tetapi masih belum bisa konsisten.”

  • Apakah bagian paling sulit saat bersaing di Moto2 European Championship?

“Mungkin para pembalapnya karena level persaingan sangat tinggi dan mereka cukup agresif, selalu ingin menyalip di setiap tikungan.”

  • Apa poin paling positif pada musim ini?

“Saya bisa meraih poin di hampir setiap balapan, tetapi itu bukan target saya. Target saya adalah harus bisa bersaing di depan dan meraih podium.”

  • Bagian mana yang ingin kamu tingkatkan pada paruh kedua musim ini?

“Tentu saja ingin lebih meningkatkan kemampuan balap saya, secara fisik, dan juga mental untuk dapat kembali bersaing demi menjadi juara di kelas Moto2.”

  • Apa yang kamu rasakan ketika menjalani debut Moto3 World Championship di Mugello?

“Saya sangat senang menjalani debut tersebut, tetapi saya juga sedikit tegang karena itu adalah pengalaman pertama bagi saya. Tetapi, saya harus terus menjaga konsentrasi sehingga bisa meraih hasil bagus.”

  • Bagaimana rasanya membalap di World Championship? Apa yang kamu rasakan dan pelajari?

“Balapan di World Championship sudah pasti sangat sulit, saya harus melatih mental agar bisa bersaing dengan para pembalap terbaik lainnya. Saya belajar banyak dari mereka. Karena mereka sangat cepat beradaptasi dengan lintasan dan bisa konsisten.”

  • Apa target pada paruh kedua musim FIM CEV 2019?

“Target saya meraih hasil bagus untuk Astra Honda Racing Team, dan saya harus bisa bersaing lagi dengan para pembalap tercepat lainnya.”

  • Bagaimana proses pemulihan tulang selangkamu? Apakah kamu sudah 100 persen fit?

“Kondisinya sudah membaik. Dua minggu setelah operasi saya mulai berlatih kembali dengan naik sepeda, dan pada minggu ketiga saya mulai berlatih lagi dengan motor.”

  • Apakah kamu sempat berlibur? Kamu pergi ke mana?

“Saya kembali ke Indonesia, tetapi tidak untuk berlibur. Saya memilih untuk menjalani pemulihan di rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga.”

Penulis : Obeth | Foto : Presna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.