DB Bodisa Seri 2 2020: Ardian 99 Masih Tangguh Jadi Raja Meski Diserang Sana-Sini

0
118
Penampilan Ngotot Osenk Tanxian Di Kelas Rx-King FS TU
sss

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Akhirnya pada laga keras pertarungan kelas Rx-King di perhelatan kejuaraan Bodisa Drag Bike 201M Seri 2 2020, dari berbagai macam daerah baik pembalap maupun motor balap sambangi Sirkuit Non Permanen TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor, Jawa Barat (25/10/2020). Kelas barisan para raja alias Rx-King ini terbagi menjadi 2, yakni tune up frame standard serta standard dar.

Kedua kelas tersebut tidak terelahkan persaingan yang teramat sengit. Apalagi yang paling seru adalah Rx-King 140cc Frame Standard Tune Up. Dalam kelas ini terdapat 27 starter dengan tim serta motor yang bermacam-macam asalnya. Namun sejak kemunculan pertamanya saat dibuka jalannya kelas tersebut, Ardian 99 bersama H. Putra 969 Feat Ali Sabyan Wijaya langsung menaruh terror berkat Osenk Tanxian.

Pembalap yang saat ini memiliki anak 1 ini langsung membuat geger melalui tembakan lampu dan besutan serta bukaan kopling dan operan tiap giginya dengan begitu sempurna. Sehingga menghasilkan waktu 07,819 detik.

Osenk Tanxian Salah Satu Pembalap Andalan Racing Hell Made 57

“Alhamdulillah ya masih bisa jaga nama baik team. Untuk kelas ini yang paling utama saya jaga-jaga. Soalnya juga untuk di sini bergengsi juga. Apalagi ini bermain di rumah saya sendiri. Jadi saya engga mau sampai kalah apalagi sampai engga masuk podium. Begitu kelas buka, engga lama langsung masuk dan gass. Karena ini langsung final ya bermain ngotot push banget,” ungkap Osenk Tanxian kepada Penulis.

Bukan hanya untuk kelas tune up frame standard rx-king saja Ardian masih tangguh menjadi sang raja, tetapi juga masih tangguh di kelas standard dar rx-king. Bersama salah satu pembalap kunciannya asal Kota Jakarta, yaitu Eza Yudha alias Eza Child 08,243 detik.

Ukry Ardian 99, Mekanik

“Rupanya sudah banyak yang mulai keluar pendatang baru, jadi makin seru. Tontonan seru banyak lawan keras. Makin resep makin rame banyak motor baru. Tapi sedikit kurang puas soal reaction time, karena rt nya gede jadi timenya ikut juga. Apalagi di standard dar walau pertama tapi timenya kurang puas. Untuk tune upnya baru bikin tegang, tapi untungnya Osenk kepas pertama langsung 7,8 jadi engga tegang deg-degan. Kalo engga segitu ya boleh jadi deh,” jelas Sukri Permana alias Ukry mekanik Ardian 99.

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.