DB Bodisa Seri 2 2020: Bermain Tenang Ilham Unyil Jawarai Kelas Ban Wajib

0
86
Ilham Unyil #54 Trondolo Kudus
sss

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Akhir pekan kemarin tepatnya (25/10/2020) pada gelaran drag bike 201 meter milik Bodisa Motor Sport di seri 2 lanjutannya, ada satu kelas wajib bagi peserta mematuhi untuk mendapatkan hadiah tambahan. Bodisa Motor Sport berkerja sama dengan Ban Kingland di drag bike kemarin untuk membuat satu kelas ban wajib kingland di kelas Bebek 4T 130cc TU Mix Rider.

Sebanyak 12 pembalap hebat dan ternama Indonesia bertarung membuktikan siapa yang berhal untuk mendapatkan hadiah tambahan dari sponsor Ban Kingland. Dari Exo Chodox, Ilham Unyil, Dwi Batank, Rully PM, dan masih banyak lagi. Setelah berjalannya race bebek mahal ini, tiban meniban di hasil tidak terelahkan.

Pada laga awal bebek 4t 130cc awalanya Ronny Chaplin memimpin, namun tidak lama langsung ditiban oleh Opick Acil pembalap Siantarman RT Indonesia. Setelah para pembalap yang lain juga bersaing untuk berada di posisi paling atas, akhirnya keluar lah nama Ilham Unyil rekan satu tim dari Opick di Siantarman RT Indonesia. Ilham berhasil berada di podium atas dengan catatan waktu 07,920 detik lewat penembakan lampu baik yakni 0:00,002 detik.

Aksi Ilham Unyil Bermain Tenang

Ilham mampu membuktikan dari hasil ban produksi anak bangsa dari Ban Kingland dengan catatan waktu terbaiknya. Lewat dorongan knalpot anyar buatan Pekajaman Muffler. Namun ternyata dibalik sang jawara yang mampu tampil baik ada kisah di mana Trondolo Kudus harus bermain pintar.

“Motor ini join banyak ya. Pas aku main motor rasanya udah kelelahan. Ditambah aku lagi belum terbiasa pakai ban ini. Jadi aku kudu pintar memaksimalkan situasi kondisi yang ada. Selain harus memahami ban dan motor, aku mengakali dari segi bawa. Aku panjangin setiap operannya dan tembak lampu lebih ngepush, dan bermain tenang,” ucap Ilham langsung kepada Penulis.

“Soal ban sendiri ini juga masih agak keras ya mas, lalu ini kalau dipegang sebenarnya empuk dan soft tetapi pas dipakai masih agak keras. Mungkin juga karena pemakaian pengukuran anginnya belum sesuai jadi kaya gitu, aku soalnya perdana juga pakai ini. Keseluruhan kalau ketemu trek dan cuaca kaya ini, udah lumayan sip,” tutup salah satu pembalap kunci Bayu Bangun Persada.

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.