DB Bodisa Seri 2 2020: Joko Precil Melesat Cepat Lewat Pempek Alay Racing

0
77
Aksi Joko Precil Di Atas Kuda Besi Pempek Alay Racing Garapan Sanjaya Jet
sss

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Sambangi Sirkuit Non Permanen TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor, Jawa Barat tepat pada harinya (25/10/2020) Joko Precil bersama pasukan Selokan Mataram Sanjaya Jet We Gang Gang membawa beberapa kuda besi andalannya. Kelas-kelas 2T tidak luput dari penampilannya.

Diduetkan oleh Gery Precil dan pemula Andri Setiawan, Joko bersama rekan satu tim yang lainnya tampil ngotot di kelas FFA Campuran. Setelah melalui persaingan sengit, akhirnya Joko pembalap bertubuh mungil ini dinobatkan sebagai pembalap tercepat di Bodisa drag bike 201M Seri 2 2020.

Dirinya mampu menakulkan lampu DN Timing dan aspal landasan, dengan menunggangi kuda besi Pempek Alay Racing garapan Sanjaya Jet dengan waktu 06,740 detik. Ditempel ketat oleh pembalap Siantarman Opick Acil diposisi kedua 06,789 detik. Rekan satu timnya, yang baru saja mengorbit di dataran perbalapan Nasional Andri Setiawan di posisi ke-4 dengan waktu 06,817. Sayang untuk Gery yang harus rela tidak masuk 5 besar, di posisi ke-6 dengan waktu 06,869 detik.

Pak Kemo, Sanjaya Jet

Setelah ditelisik oleh Penulis kepada sang “chef” mesin, ternyata persiapan yang dilakukan hanyalah satu hari sebelum balapan dimulai. “Balap ini dadakan mas, kemarin sore baru setting. Ini cuma mau ngetest aja. Soalnya masih riset juga. Terakhir balap di Gadhuro itu dapat 6,7 sama Chebonk. Ini juga sebenarnya motor Chebonk. Terus libur engga balapan, selama 4 bulan kurang lebih itu perbanyak setting terutama rangka. ngepasin derajat-derajatanya, lalu juga perubahan meisn. Sekarang ini ngalahin bawahnya dulu sebelumnya terbalik. Tapi sekarang bawahnya dikalahin operannya ngayun. Selepas ini masih kita usahakan persiapan semaksimalnya,” terang Kemo, Sanjaya Jet langsung kepada Penulis.

Joko Precil

Serupa dengan apa yang dikatan oleh sang mekanik, sang eksekutor lapangan pun menyambut hal nada yang serupa. “Motor ini masih banyak kurangnya mas, terutama mengenai power. Dari tengah ke atasnya, operannya pun ngayun. Lalu pas race karena final langsung juga aku push mainnya, ada kendala di trek juga agak licin mungkin pasir ya mas. Motor selebihnya masih kita persiapkan untuk selanjutnya,” pungkas Joko Precil alias Joko Susanto kepada Penulis.

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.