DB Bodisa Seri 2 2020: Juarai Ninja TU, Exo Chodox Bantahkan Sugesti Para Pebalap

0
75
Aksi Penampilan Exo Chodox #26
sss

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Bertarung dalam sebuah kejuaraan olahraga manapun pastinya membutuhkan sebuah ketenangan, kefokusan, serta kenyamanan dalam menjalankan perlombaan tersebut. Tidak terkecuali dalam kejuaraan balap motor drag bike. Seluruh pembalap pastinya dalam megeksekusi lampu, sirkuit serta kuda besinya membutuhkan itu semua.

Pemilihan line sirkuit untuk menarik gass motor balapnya juga menjadi perhitungan matang. Seperti salah satunya dalam kelas Sport 2T 155cc Tune Up alias yang dikelas Ninja Tune Up. Para pembalap yang bersaing di Bodisa Drag Bike 201M Seri 2 2020 di kelas tersebut, memilih mana yang akan menjadi sisi lintasan untuk dirinya melakukan start.

Tetapi pada balapan kemarin para pembalap yang memilih lintasan Sirkuit sebelah kiri dari lampu start DN Timing, meyakini untuk dapat lepas dan dapat hasil baik justru malah kebanyakan para pembalap tersebut tertangkap lampu merah alias jump start. Terjadi protes atau complain terhadap insiden yang terjadi. Namun sang maestro, legenda balap drag bike 201 meter Indonesia Exo Chodox #26 mematahkan sugesti tersebut.

Eko Sulistyo alias Exo Chodox
Eko Sulistyo Alias Exo Chodox

“Tadi yang jumpstart satu line sama saya banyak ya mas. Mungkin karena sugesti mereka juga, ditambah tadi sedikit cuaca mendung kembali. Soalnya sehabis hujan, karena itu mungkin banyak yang jumpstart terburu-buru supaya tidak kena start wet race. Ya saya main tenang aja mas,” terang pak Eko sapaan dekatnya kepada Penulis langsung.

Eko Sulistyo nama asli pembalap asal Semarang yang kini bersama tim BMB Frogz Racing, berhasil jawara bersama kuda besi garapan mekanik muda kondang Jogjakarta Tuyul alias Yahya dari TYL Racing milik Bayu Bangun Persada. Pak Eko mampu menjadi yang tercepat dengan waktu 06,951 detik.

“Ini motor kesukaan saya, karakternya saya suka. Walau ini spek lama, tapi saya suka motor-motor seperti ini. Malah ini bisa ngelawan ya mas masih bisa tarung dengan yang lain. Kalau bukan karena wet race sehabis kena hujan lintasannya, time pasti lebih kecil lebih tajem lagi. Motor ini lembut, gampang beradaptasi sama situasi kondisi,” tutup dirinya kepada Penulis.

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.