Demi Kejar Karir Balap, Adiyatma Dinis Berguru Ditanah Jawa

0
851
Adiyatma Putra Dinis dan Wawan Hermawan
sss

OtomotifZone.com-Bandung. Saat usia remaja, kaum milenial banyak menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang bersama rekan seusia dan berkumpul dengan keluarganya, namun tidak dilakukan Adiyatma Putra Dinis, pemuda yang baru lulus SMP di Wakatobi Sulawesi Tenggara ini lebih memilih menghabiskan waktu remajanya dengan motor balap dan berguru ke tanah Jawa.

Sebuah langkah berani bagi pemuda satu ini, rela tidak berkumpul bersama orang tua tercinta dengan segala kecukupannya, Adit, panggilan akrabnya ini lebih memilih meniti karir didunia balap dan memutuskan mengambil keputusan pisah dengan keluarga untuk sementara demi mengejar karirnya, dan Adit memilih menimba ilmu balapnya di W-19 Racing School dibawah asuhan Wawan Hermawan asal Ciamis Jawa Barat.

Akhir tahun 2019 dan awal 2020 silam, Adit sudah merasakan sentuhan juara nasional 250 cc tahun 2013, merasa bermanfaat dan ilmunya banyak diserap, akhirnya putra Muhriddin dan Inalis asal Wangi Wangi Wakatobi ini memutuskan menetap di Priangan timur, disamping menimba ilmu balapnya, Adit juga mengikuti belajar di SMK Tri Bintang Purwadadi, Sekolah Menengah Kejuruan yang letak geografisnya di Jl.Bendung Manganti No.8 Desa.Sidarahayu, Kec.Purwadadi Kab.Ciamis Jawa Barat dimana sekolah tersebut juga milik sang guru balapnya, Wawan Hermawan.

Adiyatma berlatih di Sentul karting

Keseriusan putra pemilik usaha spot diving DCDC Wakatobi ni terlihat sejak hari Senen hingga Selasa kemaren, 20-21 Juli 2020 kemaren, Aditya dan beberapa rekan didik W-19 racing school berlatih keras di litar Sentul Karting and Motorcycle Bogor, para pembalap digembleng habis-habisan oleh juara nasional kelas 4T pemula tahun 2005, Adit antusias mengikuti jalannya latihan di Sentul karena itu sebuah pilihan hidupnya dimasa remaja.

Cape, lelah dan butuh istirahat..? ternyata tidak bagi Adit, dirinya mengikuti semua intruksi yang diberikan sang mentor, lepas dari sirkuit Sentul, Adit dan rombongan siswa W-19 Racing school langsung meluncur ke Bandung, tepatnya Rabu, 22 Juli kemaren, penulis menemukan pemuda pendiam latihan di sirkuit semi permanen Brigif Kujang 15 Cimahi.

Adit, bersama pembalap pemula asal Madura Hendri Yansyah, Gulam asal Malangbong Jawa Barat, Dihar dari Bangko Jambi, Ipsy Garut, dan Andre Singkawang Kalbar berlatih sejak siang hingga sore hari, puluhan lap disikat Adit dan rekan-rekan, diselingi briefing dan evaluasi yang dilakukan bersama.

Adiyatma Putra Dinis berlatih di Sirkuit Brigif Cimahi

“Adit ini pembalap yang sangat sensitif, bagus karakter seperti itu, jika berkomunikasi dengan team dan mekanik, smooth dan tenang sangat membantu untuk komunikasi, namun disisi lain, kami juga butuh perhatian lebih menghadapi pembalap dengan karakter seperti Adit, karena tiap pembalap mempunyai ciri dan karakter berbeda-beda, makanya kami juga menerapkan sistem berkomunikasinya juga berbeda” tutur Wawan Hermawan disela-sela istirahat.

Saat penulis bertanya tentang bakat, bapak 4 putra ini menuturkan,“Adit pembalap bagus, punya kemauan keras, punya basic bagus, cepat menyerap intruksi yang kami berikan dan arahkan, tidak banyak neko neko sih, lempeng, semoga Adit mampu berprestasi cepat untuk bekal tempur didunia kompetisi yang sesungguhnya”.

Penulis sempat bikin bingung Adit, karena dirinya tidak mengenali saya, mungkin karena saya menggunakan masker, topi, bercelana panjang dan sepatu normal, Adit diem meski penulis berdiri disampingnya beberapa lama, mungkin bingung penulis biasa tampil gila sepatu beda warna sekarang sudah sadar ya..?.

Adit bersama pelatih dan rekan pembalap

Calon pewaris DCDC Diving spot Wakatobi ini baru ngeh setelah Wawan Hermawan memberi tahu dirinya, disitulah penulis bertanya tentang pengalaman sekolah balapnya. “Saya sangat senang berada di W-19 racing school ini om, saya bisa belajar bagaimana cara mempelajari karakter sirkuit berbeda dengan motor yang berbeda pula, karena om Wawan menyediakan 3 motor dengan karakter setingan berbeda, disitulah saya merasa banyak mendapat ilmu baru, ternyata tiap sirkuit butuh perlakuan balap dan karakter motor yang berbeda pula, asik pokoknya om, saya tidak merasa lelah meski 2 hari kemaren latihan full di Sentul dan sekarang di Brigif Cimahi.” tutur Adiyatma Putra Dinis.

Tuntutlah ilmu ke negeri Ciamis, kelak akan berbuah prestasi manis, mungkin kira-kita falsafah yang diambil Adit.

Buat yang penasaran dan ingin menimba ilmu balap, ini markas W-19 racing school, Perum taman jati indah blok A no.18 Imbanegara Ciamis, 08179046005.

Selamat menimba ilmu.

Penulis : Edi Batrawan | photo : Edi dan dok W-19

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.