Dimas “Kroechil” Sugiyarto : Sejarahnya Pembalap 4 Tak

0
4944
sss

 

x

OtomotifZone.com – Solo. Masih adakah pembaca yang era 2000-an pernah nonton kejurnas road race? Atau event Caltex Yamaha Cup Race? Atau mungkin di event Inter Biru Championship? Di kelas bebek 4 tak pemula pasti mata tertuju dengan pembalap ini. Ada baiknya kita melihat sejarah dimana ada pembalap-pembalap yang menjadi “trending topik” awal-awal bebek 4tak mulai di riset.

Salah satunya Dimas Sugiyarto, pembalap asal Solo yang lebih dikenal dengan Dimas Kroechil adalah nama yang melegenda kala itu. Mengapa bisa dikatakan sejarahnya pembalap 4 tak ? Dialah pembalap pertama kali yang menjadi jawara bebek 4 tak yang saat itu baru di jadikan kelas Kejurnas. Lewat team Manual Tech milik Ibnu Sambodo, Dimas Kroechil berhasil dinobatkan sebagai  Juara Nasional 4Tak tahun 2000. Belum selesai, di tahun yang sama dia juga berhasil meraih juara umum bebek 4Tak di Caltex Yamaha Cup Race.

x (3)

Dua gelar itu di rasa Dimas penuh perjuangan.”Kejurnas tahun 2000 belum ada sistem region. Jadi kejurnas saat itu keliling indonesia mas. Untung Suzuki mau membantu akomodasi saat ke Kolaka sama ke Irian” kenang Dimas saat OtomotifZone singgah dirumahnya di sekitaran Makam Haji, Solo.

Disupport Suzuki karena di Kejurnas road race Dimas Kroechil bersama Manual Tech mengendarai Suzuki Shogun. “Motor juara nasionalku dulu cuma modif noken-as sama knalpot lho mas,” kekehnya. Maklum saja, bebek 4Tak tahun 2000 masih sebatas buat pemula saja. Tak ada teknologi sangar seperti sekarang. Era itu hanya satu kelas saja karena masih di dominasi bebek 2 tak.

Bersama sang istri Diah Nur Aina, ia banyak bercerita ketika masih masa-masa balap dan pacaran. “hahaha.. ya istriku ini mas yang jaman SMA selalu menemani pas balapan. Sampai mas Trembis (assisten Ibnu Sambodo) marah-marah kalau telat di sirkuit. Soalnya tak tinggal pacaran dulu,” ucapnya Wong Solo kelahiran 22 Juni 1983 ini.

Sekarang setelah pensiun balap road race 2006. Dimas menekuni bisnis property. “Sejak istri melarang balap saya mulai membuka usaha, Sebelumnya buka dealer mobil lalu property ini mas. Sama toko kelontong di depan rumah,” ungkap pemilik CV. Pondok Baru Permai ini.

x1

Walaupun tak lagi di balap motor, kehidupannya tak lepas dari roda dua. Sekarang dia ikut menjadi atlit balap sepeda di kotanya. Bersama ISSI Pajang team balap sepedanya ia melakukan gowes ke berbagai penjuru.”Biasanya seminggu tiga kali gowes sekitaran Solo dan sekitarnya.” Ucapnya.

Oke Dimas Kroechil terima kasih atas waktunya, semoga lanjar bisnis dan gowesnya ”oke mas, sama-sama” tutup ayah dari Shin dan Lilia Sugiyarto sebelum pergi ke kantornya.

Penulis : Hafid | Foto : Hafid, Dok Ppribadi

Imola Syndrome