Drag Bike GTR 2020: Si Raja Masih Perkasa Meski Sedang “Sakit”

0
103
sss

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Pada gelaran milik drag bike 201 meter Gass Tipis Racing Championship 2020 yang diselenggarakan pada (14-15/11/2020) berlokasi di Sirkuit Non Permanen TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Salah satu kelas yang menarik dan ditunggu adalah Rx-King 140cc.

Sebab event yang berlangsung pada kawasan ini, pecandu balap dengan si raja sangat ramai. Di GTR 2020 Rx-King masuk dalam kategori Rx-King 140cc Chamber. Meski tidak begitu ramai yang memadati kelas ini kemarin (15/11/2020), namun persaingan antar tim dan pembalap tetap begitu terasa sengit. Pasalnya ada nama baru yang muncul kembali dan nama yang kerap konsisten sebagai jawara.

Lewat eksekutor terakhir yang menjadi kunci apakah mampu tetap tampil sebagai Raja, Ardian 99 Putra Kembar asal BSD, Kota Tangerang Selatan – Banten nyatanya berhasil line up dan berhak atas gelar raja di kelas Rx-King 140cc Chamber. Melalui Muhammad Dhiba asal Cikarang di bawah naungan Key Speed Cibitung berhasil membawa Afrika garapan Ukry Ardian 99 dengan waktu 07,938 detik. Rekan setimnya Osenk Tanxian yang menjadi kuncen harus berpuas di posisi 4 dengan waktu 08,065 detik di bawah naungan H. Putra 969 Racing Team.

Ada kisah perjuangan dibalik masih mampunya Ardian 99 tampil sebagai Raja di drag bike 201 meter. Pasalnya kelas yang seharusnya dilaksanakan pada hari Sabtu pertama balap (14/11/2020), kuda besi Afrika alami sakit, oleng pada bagian kruk as. Namun dewi fortuna masih berpihak kepada Ukry dan cs. Mekanik kondang 201 meter dan 500 meter ini diberikan kesempatan untuk menyembuhkan penyakit sang raja. Tidak perlu basa-basi, pasukan racing ini bergeas balik kandang usai mengetahui balap kelasnya berpindah di keesokan harinya.

Ukry Ardian 99

“Iya ya pas tahu kelas dimulainya besok emang karena banyak juga kelas tertunda langsung balik ke bengkel. Sampai sana sore langsung belah deh peyakitnya. Ini kruk asnya melintir alias oleng. Pas tadi sesi latihan bebas sakitnya. Kalau balapnya pas Sabtu (14/11/2020) ya tos-tosan aja. Alhamdulillah juga ada sper waktu pas tahu besokny balap. Tapi itu juga tahunya pas udah selesai balap, ya jadi lembur deh,” tutur Ukry kepada Penulis saat disambangi di paddock.

Dirinya juga melanjutkan, “Ini kita repairin sampai sekitar jam 1an. Lama di tukang bubutnya juga kejar supaya cepat terap. Selain itu fokus ke bagian stoper operannya. Dan ternyata pas bongkar baru ketahuan ada penyakit lain, selama ini bisa 7,9 7,8 malahan itu ada yang copot engga ngetrap bagian mesin jadi ngerobok. Pas mau race juga sempat trouble bagian persneling patah, untung bawa speran jadi aman,” tambahnya kepada Penulis.

Muhammad Dhiba

Kepada Penulis, pembalap asal Cikarang Muhammad Dhiba yang berhasil menjadikan Afrika sebagai Raja mengungkapkan, “Motor kuat ya karakternya dari bawah juga. Bawa ini pertama kali biasanya yang satu lagi. Engga beda jauh motornya. Tadi balapan berat di trek aja aspalnya. Motor sedikit agak nahan kurang laju sedikit,” pungkas 132.

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.