Gasrukkgenk, Komunitas Mobil Unik di Ciamis

0
114
GasrukkGenk Ciamis
sss

OtomotifZone.com-Ciamis. Berbeda dengan komunitas lainnya, komunitas mobil di Ciamis ini unik dan tampil beda. Adalah Gasrukkgenk, nama yang diambil dari bahasa sunda gasruk atau dalam bahasa Indonesia sesuatu yang menggesek. Nah bagian yang menggesek aspal atau yang dilintasi pada komunitas ini adalah bagian terendah dari mobil.

Karena mobil yang tergabung dalam Gasrukkgenk memiliki ground clearance atau jarak terendah atau disebut juga ruang yang tersisa, antara dasar dengan bagian terendah mobil sekitar 1 sampai 2 jari saja. Pantas saja gasruk, karena komunitas yang beranggotakan anak muda ini mobilnya sangat ceper.

Ground Clearance Rendah

Namun ceper yang tidak biasa, bukan hanya menghabiskan jarak main sok namun dilakukan modifikasi pada bagian roda. Yaitu dengan chamber atau memiringkan bagian roda sehingga mobil lebih dekat jaraknya dengan aspal. Tidak heran terdapat bagian mobil khususnya bemper sering bergesekan.

Menurut salah satu founder atau pendiri Gasrukkgenk, Dyaz Partakusuma, komunitasnya berawal dari keinginan dari 3 founder yang ingin tampil beda. “Kami bertiga ingin tampil beda, ceper biasa itu banyak, jadi kami ingin tampil beda dengan ceper yang tidak biasa,” jelas Dyaz. Ceper yang dimaksud Dyaz bukan ceper biasa, karena jarak terendah antara satu sampai 2 jari.

Diawali oleh 3 orang pendiri pada Tahun 2013, kini anggota Gasrukkgenk sudah bertambah menjadi 30 orang lebih. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan seperti layaknya komunitas mobil lainnya, seperti kopdar dan touring. Namun menurut Dyaz untuk touring masih yang berjarak dekat seperti Ciamis- Pantai Pangandaran.

Perwakilan Anggota

Sedangkan untuk waktu dan tempat kopdar tidak ditentukan. Biasanya di SMPN 4, Alun-alun atau depan Kantor Bupati Ciamis. “Kami tidak mematok waktu khusus untuk kopdar, fleksible jadi tidak memberatkan untuk jadwal kopdar,” jelas Dyaz.

Untuk jenis serta merk mobil pun tidak ada kriteria khusus, namun untuk ciri khas mobil di Gasrukkgenk harus ceper. “Sebenarnya kami tidak mengharuskan ceper ekstrim, hanya ciri khas kami saja dengan slogan wani peurih atau berani sakit/perih,” jelas Dyaz.

Dyaz juga menyampaikan komunitasnya terbuka untuk umum. Bahkan yang ingin bergabung dan tidak memiliki mobil pun Gasrukkgenk akan sangat terbuka. Yang penting bisa menjalin tali persaudaraan, dan memiliki kepedulian pada sesama. Karena meskipun komunitas mobil gaul, menurut Dyaz, Gasrukkgenk memiliki program aksi sosial atau kemanusiaan.

Dyaz menjelaskan slogan wani peurih karena anggota Gasrukkgenk harus terbiasa dengan bergesekannya bemper dengan aspal atau yang dilintasinya. Selain itu harus kreatif saat melintasi jalur rusak, polisi tidur dan lintasan kereta api. Jika memang berbagai cara tetap saja gasruk, apa boleh buat sudah menjadi resiko.

Sangat Ceper

Sementara itu anggota Gasrukkgenk lainnya Fitriady alias Tom Concept, yang juga sebagai penasehat atau yang dituakan menambahkan apa yang disampaikan Dyaz. Menurutnya Gassrukgenk harus bisa menjadi komunitas yang taat berlalu lintas dan kegiatan-kegiatannya memiliki nilai positif. “Meskipun kebanyakan anak muda dan modifikasi gaul, tapi kita harus berusaha menjadi contoh yang baik dan juga kegiatan-kegiatan yang  bernilai positif,” pungkasnya.

Penulis: Yeyep | Foto: Yeyep

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.