Gokart Butuh Banyak Juri

0
719
kelas senior kelas bergengsi
sss
kelas senior kelas bergengsi
kelas senior kelas bergengsi

OtomotifZone.com-Bandung. Sepanjang perjalanan OZ diperkenalkan dengan cabang balap gokart jaman Rotax Max 2011 yang digelar Oke D Junjunan selaku dealer Rotax Indonesia dan selaku promotor, permasalahan yang diakibatkan kejadiaan saat race tentunya selalu nyangkut dan lama saat menunggu keputusan juri, baik setelah melihat langsung kejadian maupun laporan dari pembalap ataupun manager team yang bertanggung jawab terhadap masalah tersebut.

Juri sekelas Anthony Sarwono, Rabindra Soeparto, Renzi Latumahina dan Riadi Purnama dan Afrian Jaffar lah yang selalu OtomotifZone.com liat sepanjang 4 tahun. Mengapa sebegitu terbatasnya Juri atau steward dicabang ini dibanding cabang olah raga lainnya.

“Gokart sangat spesifik, orang-orang yang ada didalamnya  sangat kritis, baik mekanik, pembalap bahkan orang tua pembalap pun mengetahui dan melihat langsung setiap kejadian, disamping selalu terbuka untuk diskusi masalah yang terjadi dilapangan saat balap juga memang event gokart yang digelar jarang tidak seperti balap motor atau lainnya, sehingga membuka peluang bagi yang minat untuk menekuni bidang ini terbatas” jelas Oke D Junjunan selaku promotor RMC Indonesia.

Dari masalah komplek nan memusingkan sebenarnya sudah dilakukan sang mantan ketua Pengprov IMI  Jabar dengan menjaring generasi baru untuk darah segar untuk mempelajari bidan gokart secara mendalam agar balap ini semakin ramai dan dinamis. Hal senada juga dilontarkan Usep Garnita Kabiro Balap mobil pengprov IMI Jabar,” bahwa kita harus terus mensosialisaikan regulasi yang berkembang, baik tingkat nasional dan internasional sehingga segala permasalahan tidak selalu tertuju dan lama saat ada protes, itu yang membuat juri yang bukan datang dari komunitas enggan untuk menggelutinya”.

usep garnita dan Oke D Junjunan
usep garnita dan Oke D Junjunan

Satu kasus contoh terjadi saat final Junior Max  RMC 3 sentul 15 Juni kemaren, dimana saat lap akhir Posisi David Juliano Sitanala tersenggol atau disenggol M Farrel Fadhil dimana posisi terdepan dipegang pegokart Go!!! Motorsport akibat kejadian tersebut harus puas diposisi 3 dibawah Farrel Fadhil dan Presley Martono.

Dari kejadian tersebut banyak disaksikan hampir sebagian penonton yang rata-rata adalah komunitas gokart, baik mekanik, pembalap kelas berbeda, orang tua dan tentunya juri yang bertugas. Banyak versi yang berkembang kalau Farrel bersalah dan ada pula yang beranggapan itu clean. Karena Pihak David menyerahkan semua keputusan pada juri dan tidak melakukan protes kejadian itu dianggap clear dan hasil lomba dianggap sah.

Budi Rusman, manager sekaligus mekanik
Budi Rusman, manager sekaligus mekanik

Oke D Junjunan selaku promotor sedang mencari format baru untuk  mengatasi permasalahan tersebut. ” mungkin kedepannya kita harus memasang banyak kamera yang ada di lintasan bisa juga kamera yang ada di kendaraan pembalap tapi harus mendapat persetujuan official.”kayaknya kita perlu melakukan terobosan dengan memasang kamera, agar kejadian-kejadian yang bisa saja merugikan pembalap bisa dianalisa dan hasilnya dapat membantu pengambilan keputusan biar semua jelas, karena kalau hanya mendengar hanya dari satu pihak saja ditakutkan ada perbedaan sudut pandang saat melihat kejadian tersebut” jelasnya sehabis Touring dengan motor gedenya dari pangandaran.

” saya sih menyerahkan sepenuhnya keputusan kejadian tersebut apa kata juri, meskipun sebenarnya itu merugikan pembalap kami, tapi biarkan semua merupakan proses pembelajaran kedepannya semoga gokart di Indonesia semakin baik” jelas Budi Rusman sang manager sekaligus mekanik.

Hal senada juga dilontarkan Fery Jufrizal sang Ayaf Farrel berencana untuk menyerahkan piala kemenangan kepada David, “gak enak lah takutnya kemenangan ini dianggap tidak murni, kita menjunjung tinggi sportifitas kok” jelas bos Rumah makan padang ternama dengan senyum khasnya.

Dari keterangan berbagai sumber yang OtomotifZone.com ambil kesimpulan bahwa perjuangan promotor mengusahakan event Gokart di Indonesia harus diacungi jempol, tinggal kita komunitas gokart semakin terbuka dan memberanikan diri belajar dan mempelajari bagaimana bertanggung jawab sebagai juri lomba. kali aja ikut panik ya kalau di protes team 🙂

penulis : Edi Batrawan |Photo : Edi Batrawan

Imola Syndrome