Illution Project Open Grasstrack Sumedang : Ini Rahasia Wanji AR Berjaya di Kelas Matik FFA Open

0
498
sss

OtomotifZone.com – Sumedang. Bertarung di kelas Matik FFA Open pada ajang kejuaraan Illution Project Open Grasstrack 2020 di sirkuit NRF Pasir Langit, Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, (18-19/1) lalu, Wanji Abdul Rizal berhasil menjadi yang terdepan setelah mampu melibas para rivalnya sebanyak 13 starter sekaligus meraih predikat gelar juara umum.

Dengan kondisi lintasan yang berlumpur dan agak lengket karena sempat diguyur hujan sehari sebelumnya, membuat para pembalap harus jeli dalam memilih jalur di sepanjang kurang lebih 800 meter agar tidak terhambat lajunya saat memacu besutan tanpa gigi persneling tersebut. Dan itu dibuktikan oleh Wanji berkat setingan motor yang tepat serta adanya komponen pendukung pada kuda besinya itu.

Saat dikonfirmasi oleh penulis di paddocknya mengenai rahasia dibalik suksesnya motor matik bernomer start 72 andalan dari pembalap yang beken dengan nama Wanji AR ini, yaitu ubah di beberapa peranti detailnya. Mulai frame depan di area komstir ke tengah, lalu pemasangan sokbeker depan berikut rodanya, serta peredam kejut alias sokbeker belakang yang model tunggal atau mono.

Wanji AR

“Alhamdulillah saya bisa raih juara di kelas Matik FFA Open ini dan rebut juara umum dengan riset motor matik yang sesuai di lintasan grasstrack. Karena untuk matik ini perlu tarikan awal yang lembut jangan langsung di bejek gasnya, dan ikuti alur laju dari motor bertransmisi otomatis ini. Juga saat masuk area jumpingan harus disertai pula oleh komponen kaki terutama sasis yang kuat supaya tetap ampuh dalam mengitari semua putaran lapnya,” ungkap pembalap kelahiran kota Tahu Sumedang tersebut.

Sok depan pakai Kawasaki KLX 150 versi lawas

Yan Wardian selaku chief mekanik besutan matik Wanji ini ubah bagian sasis asli bawaan motor Honda BeAt agar lebih kuat lagi dengan bentuk dan struktur rangka yang kuat. Juga disertai pemasangan sokbeker depan punya Kawasaki KLX lawas edisi pertama, berikut dengan lingkar roda ban dan peleknya ukuran 19 inch, sedangkan roda belakang masih tetap ukuran 14 inch. Untuk sok tunggal di belakang yang juga menjadi titik tumpuan motor saat dikendarai, aplikasi dari miliknya Yamaha X-Ride karena dirasa ampuh dan juga mumpuni dalam menahan laju bebannya.

Menurut Wanji dan juga Yan, penerapan beberapa komponen di kelas Matik FFA Open ini memang masih dalam batasan yang wajar serta tetap dalam hitungan tidak menyalahi aturan. Meskipun hingga saat ini belum adanya regulasi ataupun aturan resmi untuk semua kelas matik di grasstrack.

Rangka ganti baru biar lebih kuat

“Makanya kami berharap untuk dapat segera ada regulasi di kelas matik ini biar tiap kategorinya seperti Matik Standar, Matik Modif dan Matik FFA yang jelas dan rinci supaya tahu batasannya dan gak menyalahi aturan yang tercantum dalam regulasinya nanti,” sebut pembalap dan mekanik tim TRT 91 HME 55 Family HJM GP7 SVNX HUD.

Penulis : Obeth | Foto : Obeth

Imola Syndrome