IMI Papua Ajukan Protes Terkait Pengurangan Atlit Balap Motor PON

0
645
Untuk Pertama kalinya Motocross dipertandingkan di PON Papua
Untuk Pertama kalinya Motocross dipertandingkan di PON Papua
sss

OtomotifZone.Com – Jayapura. Pekan Olah Raga Nasional PON XX 2021 tersisa 362 hari lagi yang akan berlangsung di Provinsi Papua 2-14 Oktober 2021 mendatang.

Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Papua mengajukan protes ke IMI Pusat terkait pengurangan atlit Balap Motor dan motorcross Papua pada penyelenggaraan PON XX tahun 2021 di Kabupaten Merauke.

Ketua Harian IMI Papua Iqbal Halim, mengatakan sebagai tuan rumah PON, Papua memperoleh wild card.  Tetapi juga ada atlit yang lolos setelah mereka memperoleh tiket pada babak prakualifikasi. Sesuai dengan buku pedoman teknik (technical hand book) dalam meeting manajer sebelum Prakualifikasi 2019 lalu, jumlah kuota atlet yang akan lolos ke PON Papua sebanyak 127 orang diluar jatah wild card tuan rumah. Namun, namun tanpa pemberitahuan kuota atlit menjadi 61 orang.

Surat peninjauan kembali di tujukan kepada IMI Pusat & KONI Provinsi
Surat peninjauan kembali di tujukan kepada IMI Pusat & KONI Provinsi

“Kalau memang hasil prakualifikasi tidak dipakai, kenapa tidak bilang, kita sudah keluarkan biaya sangat besar untuk ikut pra kualifikasi, Jumlah atlit PON Papua yang sedang mengikuti pemusatan latihan sebanyak 15 orang, Kalau 7 atlet kita dicoret bagaimana pertanggung jawaban kami kepada KONI, mau dibawa ke mana pembinaan yang selama ini kami lakukan,” cetusnya

Dengan demikian, pada pelaksanaan PON nanti, Papua harusnya menurunkan dua tim. Namun, melalui surat Nomor 057/IMI-PON/A/XII/2020, perihal penyesuaian kuota atlit cabor bermotor PON XX Papua, sebanyak 7 atlet Papua yang lolos prakualifikasi dicoret dari daftar peserta perlombaan balap motor.

Dalam surat tersebut menyebutkan menunjuk SK IMI Pusat No. 084/IMI/KEP/A/VIII/2020 tertanggal 19 Agutus 2020 perihal jumlah atlet cabang olahraga bermotor (balap motor dan motorcross) yang dapat mengikuti dan perlombaan pada PON XX Papua dan penyesuaian dengan ketentuan wild card dari IMI Papua  (balap motor dan motorcross), maka data penyesuaian kuota atlet dengan jumlah 61 atlet.

Untuk cabor bermotor ini sejak PON 2008 di Kalimantan Timur hingga PON Jawa Barat, tuan rumah memperoleh wild card maupun atlet yang meloloskan pembalapnya di prakualifikasi, pada saat PON XX nanti Papua turun dengan dua tim, tetapi kenapa secara tiba-tiba IMI pusat mencoret atlet Papua yang lolos melalui babak pra kualifikasi, Iqbal mengaku PP IMI tidak berlaku adil dan tidak memberi solusi untuk pencoretan ini.

Ketua Harian IMI Papua, Iqbal Halim
Ketua Harian IMI Papua, Iqbal Halim

 “Kenapa disaat PON Papua baru terjadi pencoretan atlit tuan rumah yang lolos babak pra kualifikasi, sementara tiga PON sebelumnya tuan rumah mendapat jatah wild card maupun atlit yang lolos pra kualifikasi, IMI Pusat harus menjelaskan secara terbuka pencoretan atlit tuan rumah Papua, sebab ini sangat merugikan dan mengecewakan bukan hanya Papua saja akan tetapi Provinsi lainnya juga” bebernya.

Iqbal menyatakan pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke KONI maupun PB PON Papua dan berharap IMI pusat dapat menanggapi surat Penyesuaian Kuota atlit Cabor bermotor Papua, serta bisa berlaku adil dan tidak membuat keputusan dengan merugikan Papua sebagai tuan rumah.

“Saya harapkan aturan yang berlaku di PON sebelumnya untuk cabor balap motor harus diberlakukan di PON Papua dan jatah wild card tuan rumah 127+8 di berlakukan kembali, ini untuk pertama kalinya juga Motocross di pertandingkan tentu PB PON dan Papua sebagai tuan rumah mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk menyiapkan unit motor balap untuk Balap motor & Motocross yang PON sebelumnya hanya balap motor saja jadi benar-benar setiap provinsi bisa dikata membawa badan saja loh,” ucapnya kepada penulis.

Dalam kasus ini, PB PON sebetulnya yang mengeluarkan keputusan untuk pengurangan kuota atlet, hasil keputusan tersebut, PP IMI sebagai induk cabor terus melobi hasil keputusan tersebut agar yang lolos BK dapat diakomodir semuanya, memang menjadi dilema bagi pengprov tentang pengurangan kuota tersebut, karena berhubungan dengan anggaran yang sudah didapat untuk kebutuhan atlit..

Kita lihat perkembangan selanjutnya, karena masih ada 1 tahun berjalan gelaran PON XX Papua akan digelar, semua masih dinamis dan mengalir.

Penulis / Foto : Alpacino

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.