IP Binuang Kusut, Pembalap Kecewa, PP IMI Woles

0
69228
Indoprix kurang maksimal.
sss

OtomotifZone.com-Banjarmasin. Benang kusut gelaran Indo Prix dan berganti kelamin, eh ganti nama menjadi Indonesia Road Racing Championship 2015 atau Kejuaraan Nasional Balap Motor 2015 kusut sejak salah satu APM mundur dan menjadi terkesan gelaran balap motor satu merek ditambah 1 team genk hijau.

Ko jadi ruwet ya…??? dengan alasan menyelamatkan balap motor nasional akhirnya PP IMI mengambil alih gelaran tersebut meski sebenarnya dalam aturan regulator tidak boleh membikin event sendiri, mudah-mudahan tidak salah yaaa. kalau salah ya tinggal koreksi, enak kan…??? gitu aja ko repot.

lembaran kesepakatan team dan PP IMI
Point kesepakatan sebelum IP digelar

Bak sinetron kejar tayang dan kejar rating, gelaran Seri 6 Kejurnas balap motor 2015 yang akan digelar di sirkuit Balipat, Binuang Kalimantan Selatan sabtu-Minggu besok (21-22/11) pun menuai banyak kritikan dari beberapa team dan pembalap, baik dari tidak ditepatinya kesepakatan antara regulator dan team mengenai fasilitas, buruknya komunikasi, lintasan yang tidak layak hingga santainya PP  IMI menanggapi kekisruhan yang terjadi.

daftar hadir peserta meeting
Daftar hadir meeting peserta, ATPM dan PP IMI

Mau tau aja atau mau tau banget siiih.. asal muasal masalah yang mereka ributkan..??? Sesuai informasi yang OZ terima, baik dari team dan PP  IMI adalah,mengacu hasil pertemuan di sekretariat PP IMI hari kamis, tanggal 30 Juli 2015, seluruh team, ATPM dan PP IMI sepakat untuk mengetok palu keputusan bersama tentang hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut, dan hal yang paling dikejar team adalah keputusan point 5 dan 6, dimana dipoint 5 disebutkan “subsidi akomodasi dan transportasi bisa diberikkan jika race di luar jawa, dan besarnya belum ditetapkan”, dan point 6 dinyatakan, “jumlah hadiah sama dengan tahun lalu (Juara umum)”, semua sepakat waktu itu.

Surat edaran PP IMI sebelum seri 6 Binuang
Surat PP IMI terakhir sebelum Binuang

Namun tiba-tiba pertanggal 11 November 2015 berbarengan dengan event YCR digelar, PP IMI melangkan surat pemberitahuan ke ATPM/anggota Asosiasi  IMI yang isinya dinyatakan didalamnya, “untuk pembalap yang terdaftar sebagai pembalap Seeded akan diberikan akomodasi berupa 1 kamar untuk 1 pembalap, sedangkan point 2 berbunyi “Panitia penyelenggara kejurnas balap motor 2015 tidak dapat memfasilitasi tranport berupa kapal dari  Jakarta ke Banjarmasin untuk team  balap”.

Beres….??? ternyata itu awal gerahnya pembalap dan team atas keputusan yang berubah-ubah dari PP  IMI terhadap keputusan yang sudah disepakati bersama namun dibatalkan sepihak oleh regulator itu sendiri, dan Jum’at siang terjadilah  briefing peserta dan terjadilah dialog pakai urat kali ya, intinya pembalap menanyakan tentang janji yang disepakati bersama.

“kita pembalap mau percaya sama siapa lagi sih, PP IMI sebagai bapak aja sudah melanggar janjinya sendiri dengan gampangnya, mereke sendiri yang ketok palu, mereka sendiri yang memutuskan, ko seenaknya membatalkan kesepakatan tersebut, mana aspal sirkuit jelek banyak pasir pula”, jengkel Irwan Ardiansyah.

Hal yang sama juga dilontarkan Rudi Hadinata dari Yamaha Trijaya racing,“sejak saya mau berangkat dari Bandung, panitia susah dihubungi, hanya janji-janji yang bikin saya  harus berkata kasar, kami dianggap apa kalau begini, kita harus menghargai PP IMI..? sementara mereka dengan seenaknya rubah aturan dan keputusan sendiri, kami pembalap dan team sangat kecewa berat”.

Kekecewaan dan amarah team ditanggapi dingin PP IMI, “memang awalnya kita sudah membikin kesepakatan bersama, dan kami juga sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada ATPM tentang hal tersebut, apa lagi yang harus dipermasalahkan, kita sudah bilang tidak sanggup ya mau gimana lagi..??, jelas Donni Budi Prihandana selaku ketua penyelenggara Kejurnas balap motor 2015.

Donni BP tanggapi protes dengan teang
Donni BP, ketua penyelenggara gelaran

ketika ditanya tentang hadiah, dengan diplomatis, “mengenai hadiah juara umum akan diputuskan nanti saat IMI award 18 Desember jadi tunggu saja, kita tidak mengingkari, apalagi kesepakatan awal   kita memberi fasilitas penginapan untuk 3 hari, toh tadi kita tambahin 1 hari, itu kan itikad baik kami, harusnya mereka mengapresisasi kami juga dong, masih untung kita mau meneruskan balap ini, kalau kami tidak bertindak mereka mau balap dimana”, papar Donni BP.

Apakah semua sepakat ikut protes..??? namanya komunitas pasti ada yang diem ada yang ramai, seperti yang dilontarkan Novi dari Bahtera racing,“kami ngikuti apa kata bapak kami (Yamaha), kalau diatas bilang balap ya kami balap, kalau diatas bilang stop ya kita stop, kami profesional menjalankan kontrak saja mas, apalagi kita harus menjalankan kontrak”, jawabnya sesaat setelah landing di Banjarmasin.

Siapa menyalahkan siapa, atau siapa yang akan disalahkan..?? semua harus kembali pada nurani, balap lahir dari komunitas, regulator menampung menjadi satu kesepahaman dan kesepakatan, kalau masih sama-sama ngotot, bagaimana mimpi pembalap Indonesia dipentas dunia.??? apa kata duniaaaaa…

PR berat juga nih untuk pemimpin PP IMI mendatang dan jadi materi nanti di Munas kayaknya. Asiiikkkk…..

Penulis : Edi Batrawan | Photo : Dok OZ, istimewa

 

 

 

Imola Syndrome