Jangan Sepelekan Oli Motor Anda!!!

0
60
Mekanik sedang menggantikan oli
sss

OtomotifZone.com – Jakarta. Sering sekali kita lupa dalam mengganti oli sepeda motor kita. Terlebih tidak ada perbedaan rasa ketika oli motor yang harus sudah diganti dan belum. Kali ini penulis mencoba member pelajaran dari salah satu pengendara motor yang lupa ganti oli dan berakibat fatal.

Belum lama penulis mendapat keluhan dari pengendara sepeda motor akan perawatan motor setelah turun mesin. Menurut pengemudi, motornya alami turun mesin yang diakibatkan oleh telat mengganti oli mesin.

Awalnya dirinya mengganti oli mesin mengikuti anjuran kilometer. Nah disini penulis akan sedikit member masukan nih mengenai anjuran kilometer dalam menggati oli sepeda motor. Pemikiran pertama memang benar bila menggunakan kilometer atau jarak tempuh sepeda motor untuk mengganti oli.

Akan tetapi kalian sadar tidak, bila motor kalian hidup dan tidak jalan oli sperpart motor kalian didalam tetap bekerja dan oli tetap bekerja member pelumas kepada sperpart kalian. Kita ambil contoh kepada salah satu pengendara yang belum lama turun mesin akibat telat ganti oli.

“ Saya berjualan keliling menggunakan sepeda motor. Oli saya ganti rutin sesuai kilometer meski beberapa kali saya kelewat beberapa kilometer dalam mengganti oli,” ujar Dodi salah satu pengendara yang penulis temui di Bengkel.

Nah Dodi sendiri menggunakan sepeda motor untuk berjualan minuman seperti kopi, es dan beberapa lainnya mengunakan motor. Motor digunakan berjualan setiap hari. Memang jarak dari rumah Dodi ke tempat jualan tidak begitu jauh.

Tapi ternyata jalan yang dilalui Dodi dari rumah ke tempat biasa dirinya jualan melalui beberapa jalur rawan macet. Dalam perjalan saat macet motornya tetap menyala. Satu bulan setengah satu kali biasanya dirinya mengganti oli sepeda motornya. Tahun tahun pertama motor masih bisa digunakan.

Akan tetapi tahun berikutnya motor terasa tidak bertenaga. Dan pada akhirnya motor tidak bisa hidup dan mati total begitu saja. “ Dulu dulu motor buat jualan enak. Buat bawa barang kuat. Awal awal tahun ini saya rasa motor tidak bertenaga dan kemarin saat saya mau pakai lagi motor mati. Di stater tidak hidup dan di sela enteng sekali,” jelas Dodi.

Saat dibawa ke bengkel yang kebetulan dekat dengan rumah penulis, beberapa sperpart motor Dodi kemakan. Seperti boring dan piston baret atau bergaris. Ring pada piston ada yang nempel. Atau biasa bahasa bengkel gancet akibat kerak.

Sang montir tidak mau ambil resiko dan menawarkan untuk turun mesin semua. Dan itu di “Iyakan” sang pengendara. Saat dibuka, oli sisa pada “ Krengkes” berwujud seperti lumpur dan kerak. “ Saya penasaran saat buka head motor oli seperti bubur sudah diatas. Saya minta buka sampai krengkes sekalian. Ternyata oli sudah jadi bubur dan kerak. Butuh beberapa liter bensin untuk membersihkan,” jelas Dede sang montir.

Lanjutnya,” Saya sekalian bersihkan pada lubang oli dan pompa oli dari krengkes ke atas. Takut nanti terjadi penyumbatan makannya saya bersihkan. Percuma nanti sudah diganti part yang aus gara gara oli tidak naik nanti rusak lagi,”

Benar juga, akibat penyumbatan oli yang sudah berkerak dan menjadi bubur nanti ditakutkan oli tidak naik untuk melumuri beberapa part seperti piston maupun noken as. Ditakutkan nanti rusak lagi makannya semua dibongkar dan dibersihkan.

“ Saya jadi habis banyak gara gara saya lupa ganti oli dan saya kira jarak kilometer bisa jadi patokan. Saya tidak ingat kalau saya sering lewati jalan jalan rawan macet dengan kondisi motor menyala. Beban barang jualan saya juga lumayan berat.  Ini jadi pelajaran saya,” tutup Dodi.

Tidak salah juga menggunakan patokan kilometer. Tapi mungkin kalau kondisi jalan tidak macet. Dodi berjualan dengan jarak tempuh yang tidak jauh tapi beberapa titik macet dirinya lewati. Yang membuat mesin harus tetap bekerja.

Penulis menyarankan untuk kalian mungkin jangka waktu satu bulan sekali lebih baik. Kembali lagi tergantung pemakaian. Kalau jarak tempuh jauh, lewati jalur macet, kilometer yang bisanya 10.000 km diganti, coba diperkecil dengan 8.000 kilometer sekali diganti. Ini hanya contoh. Dan mungkin bisa menjadi pelajaran.

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.