Kasus Perampokan Team IP Skyland : Presiden Baru Amankah Bagi Racing Indonesia ?

0
449
sss

IMG_8734

OtomotifZone.com – Bandung. Pasca pemilu 2014, sebagian orang banyak yang menaruh harapan. Mampukah para pemimpin yang mendapat amanah dari rakyat nanti. Bisakah janji-janji mereka terealisasi?. Kalau seumpama yang lain bisa, apakah  menghapus premanisme di negara ini mereka nanti sanggup?. Masih ingat kejadian seperti peristiwa  perampokan yang di alami Yamaha SND saat perjalanan di jalur Sumatera beberapa waktu lalu membuat sejumlah kalangan merasa resah. Rombongan yang hendak melakoni Indoprix seri 2 di sirkuit Skyland Musi Banyuasin tersebut di stop beberapa preman memakai senjata tajam. Sungguh kejadian yang sudah membuat ketar-ketir.

Anas salah satu crew dari Yamaha SND sedikit menceritakan pengalaman kelam bersama crew saat itu. “Mereka memaksa masuk dalam sevice car menodong bb sama uang 1.6jt mas..lha lapor polisi tidak ada tindak’an apa apa malah polisi bilang “untung kamu tidak mati ditembak”..” terangnya.

Kejadian Yamaha SND sama persis dengan Kawasaki Manual Tech yang tak luput dari ulah preman-preman dijalan tersebut. Saat ARRC berlangsung, OZ mendengar keluh kesah mereka di Paddock. Rohmiyadi salah satu crew Kawasaki Manual Tech yang saat itu membawa truck menjumpai pungli berkali-kali saat melintasi jalan menuju Skyland, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

“ Kalau preman ceritannya habis keluar timbangan Mesuji sama timbangan Palembang. Tiba-tiba di berhentiin beberapa orang maksa minta duit..” Ungkap Rohmiyadi bersama temannya. Lalu bagaimana dengan Polisi disana?.“ Yang aneh operasi Polisi hutan perbatasan mesuji palembang minta 500rb. Padahal surat-surat kami lengkap. Alasannya kelebihan muatan, padahal di timbangan masih dibawah berat maksimalnya. Total 1,2jutaan. Itu bayar preman sama operasi polisi di lampung timur sama perbatasan Mesuji – Palembang” katanya.

Taruhan harta benda ntuk hadir di Indoprix
Taruhan harta benda ntuk hadir di Indoprix

Pembalap Yamaha Ridlatama, M. Zaky pun memberi tanggapan atas kejadian ini. “ Sangat tidak aman. Karena ini sudah mengancam keselamatan nyawa. Apalagi dengar-dengar daerah itu emang rawan” ucapnya. Untuk PP IMI dan beberapa tokoh Indoprix, tolonglah mereka selagi dalam perjalanan. Mereka juga cari uang untuk keluarga. Kerja mereka hampir 24 jam. Belum perjalanan pulang pergi. Entah sudah diatasi atau belum untuk kedepannya , paling tidak dari IMI Lampung atau Palembang (Sumatera Selatan) bikin koordinasi. ” Ya kalau bisa team yang main harus dapat pengawalan” tambah Pak Merit. Ya  buat pengawalan team adalah keinginan mereka.

Ternyata sesama orang Indonesia belum aman. Bagaimana bapak calon presiden..?? Tolong buat nyaman kami dari orang-orang seperti ini.

Penulis : Hafid | Foto : Hafid

Imola Syndrome