Kejurda Drag Bike Seri 2 Banyuwangi – Disesaki 357 Pembalap

0
966
sss

OtomotifZone.com – Banyuwangi. Ajang bergengsi kejurda Dragbike masih menjadi ikon utama di Jawatimur. Ini karena baik para pelaku balap, tim balap maupun tempat penyelenggaraan sudah rata mulai dari Ngawi kabupaten paling barat hingga Banyuwangi yang merupakan kabupaten tertimur dipulau Jawa ini. Seperti minggu kemarin (15/6) helatan kejurda dragbike seri ke 2 sukses dihelat di jalan kepiting kota Banyuwangi. Boleh berbangga ketika kejurda dragbike IMI Jatim kudu di laksanakan oleh semua anggota dan pengurus IMI Jatim. Dari mulai Racing Commite, Steward hingga COC harus dilaksanakan oleh semua pengurus IMI Jatim. “ Kita ingin berbeda dengan seri balap kejurda yang lain.” Khusus kejurda Dragbike kita komitmen untuk menggarap sendiri , dari mulai perijinan, financial, iklan dan teknis pelaksanaan semua harus anggota dan pengurus IMi Jatim “ terang Donny Mahardjono ketua pelaksana dari Biro Dragbike IMI Jatim.

Jika di seri pembuka lalu di kota kecamatan Lodoyo kabupaten Blitar (15/5) hanya diikuti segelintir pembalp lokal karesidenan Kediri saja, berbeda di seri ke dua ini yang menjadi magnet sekitar 357 starter di 18 kelas yang dilombakan dan ditonton 4 ribu pasang mata dan membludaknya pengunjung paddock yang konon mencapai seribu orang. Ini cukup beralasan,karena di kelas supporting bebek 4 tak 155 cc standart lokal Karesidenan Besuki adalah terbanyak pesertanya dan disusul kelas bebek 2 tak standart 116 cc lokal. Dan ditambah kelas kejurda yakni bebek 4 tak tune up 130 cc dipadati 36 pembalap. Namun semua itu tak merekam prestasi pembalap asal Banyuwangi utamanya di kelas lokal karesidenan. Dari catatan oz saat bertandang ke Banyuwangi, masih banyak teknik start para pembalap lokal yang tidak tepat. Antara lain kurang memperhatikan indikator lampu pre stage dan stage yang berakibat banyaknya terjaring lampu jumpstart. Karakter pembalap Banyuwangi dengan segudang pit crew tersebut ternyata minim teknik dragbike dengan benar. “ Memang beda antara balap liar di jalan raya dan dragbike resmi di sirkuit, karena jika jumstart sudah tidak bisa diulang kembali kecuali motor dipakai join banyak pembalap “ sesal Rizal Tupai pembalap lokal yang sempat terjaring lampu merah jump start.

Muslih Wuri dragster asal Jogjakarta di kelas kejurda Drag DB-1 ( sport 2 tak 155 cc berat 118 kg) mampu mencatat tersingkat 07.300 detik. Hitungan waktu tersingkat Kawasaki Ninja tim balap MPK Speed ini buat modal di kejurnas Dragbike seri ke 6 minggu besok (22/6) I Park Sirkuit Kenjeran Surabaya.

Penulis : Diki | Foto : Diki

Imola Syndrome