Kejurda Grasstrack IMI Jabar 2019 Tasikmalaya : Hadiah Juara Umum Di Hutang, Kok Terjadi Lagi ?!

1238
sss

OtomotifZone.com – Tasikmalaya. Kabar tentang kisruhnya gelaran balap cakar tanah dalam ajang Kejurda Grasstrack IMI Jabar 2019 Seri 2 di sirkuit FKPPI, Leuwisari, Mandalagiri, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, (5-6/10) lalu kembali terulang lagi dengan alasan klasik yaitu di soal hadiah yang di hutang dan kali ini bagi Juara Umum.

New RC3 Products

Kejadian ini yang kesekian kali, bahkan pada gelaran sebelumnya di seri pertama tahun ini di kota Ciamis juga hampir sama tapi untuk hadiah Kelas Senior yang di terpaksa dibagi-bagi karena terbentur soal kuota yang minim. Pada beberapa waktu silam pun sempat ada kasus serupa juga terkait hadiah juara umum yang tersendat, karena tidak bisa diterima langsung oleh pembalap yang meraih predikat juara umum di kategori Senior dan Pemula.

Gelaran seri 2 ini memang hanya diikuti 115 starter, tapi setidaknya penyelenggara sudah harus siap akan resiko minim peserta atau dampak lain tentang gelaran ini. Karena tentunya menyangkut nama Kejurda yang seharusnya tidak sampai tercoreng kembali di soal hadiah yang di hutang. Untuk itu diharapkan pada semua insan terkait seperti IMI Jabar, penyelenggara dan pelakon balap tanah di tatar Pasundan ini agar bisa lebih diperhatikan lagi. Karena jika tidak ajang Kejurda bakal kehilangan pamor dan jadi terkesan kurang greget dibandingkan club event.

“Sebelumnya saya sempat kasih tahu pada COC dan penyelenggara, tapi mereka malah langsung ambil keputusan tetap berjalan tanpa ambil perhitungan. Jadi mungkin seperti terlalu memaksakan dengan semua kesiapan terutama soal hadiah yang belum ada,” ujar Indra ‘Oded’, salah satu juri di event Kejurda Tasikmalaya pekan kemarin.

Sebagian penggiat balap cakar tanah juga turut ungkapkan hal yang sama terkait dengan Kejurda kali ini apalagi dari segi event yang semakin tahun terasa kurang maksimal kemasannya. Mulai dari pemilihan sirkuit yang terkesan asal tanpa melihat kualitasnya demi mendukung skill pembalap dan juga hadiah yang menerapkan kuota. Padahal di ketahui jika pembalap kategori Senior di Kejurda Jabar memang sangat minim peserta, sehingga berimbas pada hadiah yang jadi kendala bahkan dikurangi.

“Sudah dua kali event Kejurda tahun ini yang kacau soal hadiah tiap kelas khususnya Senior hingga Juara Umum. Kami hanya ingin dihargai lagi terutama ini menyangkut soal status Kejurda. Jangan sampai hingga seri tiga nanti yang merupakan final juga sama saja kejadian akhirnya. Jadi harus cepat dibenahi lagi semuanya termasuk penyelenggara akan kesiapan gelar Kejurda, supaya tidak sampai terulang lagi,” keluh Chikal Faisal, peraih Juara Umum seri 2 Kejurda di Tasikmalaya kemarin yang belum tahu kapan akan menerima hadiah JU tersebut.

Kejurda Grasstrack IMI
Chikal Faizal

Memang ada baiknya pembenahan menyeluruh dari IMI Jabar khususnya Komisi Grasstrack terkait kejadian ini. Termasuk dapat menyaring kembali penyelenggara yang akan menggelar seri Kejurda soal kesiapan semuanya. Dan juga setidaknya bisa sempatkan untuk hadir dari jajaran Pengurus dan Komisi Grasstrack IMI Jabar agar turun langsung ke lapangan dan melihat seperti apa kondisi yang terjadi di sirkuit, agar bisa menjadi pembelajaran untuk nantinya dibahas dalam rapat Komisi apabila ada lagi kejadian seperti ini.

“Harusnya memang begitu untuk Pengurus dan juga Komisi Grasstrack bisa datang dan lihat situasi di sirkuit seperti apa. Itu kan membawa nama Kejurda IMI Jabar, tapi kok seperti ogah hadir dan saksikan langsung gelaran balapnya. Semoga dengan kejadian ini nantinya bisa diselesaikan secara nyata dan kembali mengangkat pamor Kejurda Grasstrack lagi,” ungkap pelakon aktif balap cakar tanah Jabar yang enggan disebutkan namanya ini.

“Belajar dari pengalaman Kejurda yang telah digelar hingga seri 2 ini kami akan berusaha untuk bisa perbaiki lagi semuanya mulai dari permasalahan utama yang jadi kendala selama ini, agar nanti di seri tiga yang merupakan final di kota Bogor akan lebih baik lagi dari sebelumnya. Juga nantinya di tahun depan segalanya sudah optimal lagi agar grasstrack ini bisa kembali diminati para pembalap dan jadi acuan tetap,” timpal Rifky Widia, dari Komisi Grasstrack IMI Jabar.

Penulis : Obhet | Foto : Obeth