Kisah Coq Siswanto Bersama Crew dan Pebalap Tempuh 0 Kilometer

0
256
sss

OtomotifZone.com – Jakarta. Perjalanan panjang Coq Siswanto owner Kawahara sampai 0 kilometer Indonesia, Sabang. Pria yang bertempat tinggal di BSD City, Banten ini lakukan perjalanan selama 14 hari untuk jalani perjalanan panjang ini. Coq juga mengajak crew dan pebalap Kawahara untuk menjelajahi Indonesia.

Tepat kemarin (22/06/2020) Coq mengakhiri perjalanan dan kembali ke BSD City. Semua pulang dengan selamat sampai tujuan tanpa kekurangan apapun. Kebetulan penulis langsung melakukan wawancara ekslusif dengan berbincang santai. Sebab suami dari Popy Siswanto ini juga baru pulang.

“ Banyak cerita seru yang saya rasakan selama perjalanan. Saya bisa bercanda gurau bersama crew dan pebalap saya. Saya bisa mengenal kepribadian banyak orang selama saya perjalanan. Selain itu saya juga menemukan banyak orang baik di jalan. Ada yang mengantar saya dijalan untuk memberi tau jalan dan dia tidak mau dikasih uang sepersen pun,” ujar Coq Siswanto sambil berbincang ria menceritakan perjalanannya.

Lanjutnya,” Dijalan saya bisa menikmati perjalanan dengan disuguhkan dengan pemandangan dan beberapa tempat wisata yang beberapa tempat kita singgahi. Saya bertemu dan berinteraksi dengan warga dan anak anak kecil disana,”

Selain explore Indonesia, tujuan touring sekaligus untuk menguji kekuatan dari produk buatan Kawahara. Ada empat motor yang ikut dalam perjalanan ini. Yang mana dari empat motor ini menempel part Kawahara untuk diuji.

Dari motor Matic NMAX, Honda CRF, Honda Goldwing, dan Piaggio yang ikut menempuh jarak sampai 6000 kilometer ini. Motor motor tersebut hampir semua menggunakan part part Kawahara dan beberapa part pendukung. Lebih tepatnya Coq menguji part pada dua motor yaitu part motor N-MAx dan Honda CRF150. Sedangkan part pendukung ada NGK dan VND yang sudah memiliki sertifikat ISO9001. Kalau busi sendiri digunakan semua motor sedangkan Velg digunakan pada motor NMAX.

“ Kita sekalian menguji part kita. Kita percuma Kawahara bagus kalau Cuma di uji di Dyno. Kita coba gunakan di motor lalu motor kita uji ke 0 Kilometer. Dalam perjalanan kita lakukan kurang lebih 7 jam setiap harinya. Dan itu jarak tempuhnya setiap hari minimal 650 kilometer. Dengan kecepatan rata rata 90 sampai 130 kilometer,” jelas Coq.

Gila ini berarti motor digeber terus dan rombongan tidak alami kendala dalam perjalanan. Beberapa kendala kecil wajar namun kendala pada part Kawahara yang digunakan hasilnya tidak ada. Dan sampai pulang ke pulau Jawa motor semua aman.

“ Untuk part kita tidak ada kendala. Kita sudah uji dan kuat. Kalau balapan itu 25 lap paling banyak. Menempuh jarak beberapa kilo. Ini kita buktikan beribu kilo dengan kecepatan rata rata 90 sampai 130 kilometer setiap harinya. Kendala kemarin ada pada klaher standart dan pas pulang itu rantai keteng NMAX keriting. Kita masih gunakan part standart,” tutur ayah dua anak itu.

Penulis datang dan saksikan langsung tidak ada kendala pada part Kawahara yang digunakan. Mereka datang dengan selamat dan motor dengan posisi seperti berangkat. Beberapa part yang digunakan untuk diuji ini cukup banyak. Penulis mencoba mengkonfirmasi kepada Saido selaku mekanik tim Kawahara yang juga ikut perjalanan panjang ini.

“ Part yang digunakan ada Piggy Back mas punya Kawahara yang diperuntukan untuk semua motor. Lalu ada piston, blok mesin, Injektor, Throttle Body, klep, knalpot, loler cvt, Pully dan bagian kirian matic mas lengkap. Semua tidak ada masalah sebab waktu berangkat kita juga mencoba cek mesin dan itu tidak ada masalah mas,” jelas Saido.

Dan setelah diskusi lebih dekat dengan Saido, penulis diberitau kalau motor yang digunakan touring sebagian adalah motor motor bore up loh. Motor dengan piston piston besar digeber sampai 0 Kilometer dengan kecepatan 90 sampai 130 kilometer. Dengan jarak 650 kilo sampai 700 kilometer perharinya.

Ini berarti motor dipaksa untuk bekerja ekstra namun part yang digunakan tidak ada kendala. Gila bukan part yang kuat dan ini benar benar uji ketahanan. Ditambah lagi penulis mencoba mengintip ternyata Busi NGK juga menjadi ajang pembuktian bahwa Busi ini awet dan kuat meski diajak ngebut sama para rombongan Kawahara ini.

“ Kita buktikan busi NGK yang kuat dan velg VND yang kita pasang di NMAX juga kuat. Di perjalanan kerap sekali kita sedang kencang tiba tiba ada lubang. Terpaksa kita hajar lubang dan velg tidak ada masalah sama sekali,” tegas Coq.

Kalian masih meragukan part Kawahara? Pembuktian seperti ini tidak cukup? Motor dipecut dengan kecepatan tinggi dengan jarak tempuh sangat jauh tapi part tidak bermasalah. Terlebih mereka juga menerjang beberapa cuaca ekstrim. Seperti dari cuaca panas tiba tiba hujan dan motor tidak alami masalah.

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.