Matic 200 cc Dayang Sumbi Masih terlalu Memukai Di Podium Tertinggi IDC Meski di Terpa Badai

223
sss

OtomotifZone.com – Kudus. Aksi panas terjadi pada pertarungan ajang Kawahara IRC IDC 2019 putaran 4 yang berlangsung (12-13/10) di Sirkuit NP JL. Lingkar Jati, Kudus. Terutama pada kelas Matic 200 cc. Catatan waktu yang diraih sangat gila. Matic 200 cc tim Bank BJB GBU RTP6 OP27 Jet Up masih jadi yang tercepat meski diterpa badai.

New RC3 Products

Memang dari putaran pertama saat penulis turun langsung, motor Bank BJB ini melesat bagai jet darat. Putaran demi putaran motor matic mereka selalu tidak pernah luput dari panggung podium.

Namun sayang pada putaran 4 kemarin motor mereka sempat diwarnai dengan protes. Adanya layangan protes diajukan kepada tim mereka karena motor mereka meraih juara dengan selalu superior.

” Kemarin motor kita Alhamdulillah bisa sabet juara 1,2 dan 3 di kelas Open. Lalu di kelas pemula juara 1 dan 2. Tapi kita sempat diprotes mas gara gara knalpot saya ada yang di putar mas sudutnya karena menyesuaikan dipindahnya lubang exnya ke tengah. Akan tetapi pihak scrut sendiri mengesahkan sebab ini masih sesuai dengan aturan ” ujar Rio Teguh Pribadi selaku owner Bank BJB GBU RTP6 OP27 Jet Up.

Memang protes ini muncul karena faktor sudah 3 event yang terakhir di ikuti oleh tim Bank BJB GBU RTP6 OP27 Jet Up di kelas Matic 200 selalu tampil dominan pada IDC seri 3 menjuarai ke 1 dan 2 di pemula, open tidak di ikuti oleh motor ini, selanjutnya Gadhuro seri 3 motor yang di beri nama Dayang Sumbi menjadi juara di kategori Open ke 1.4 dan pemula ke 1.2 dan yang terakhir IDC seri 4 bisa menjadi yang terbaik kembali dengan rata-rata torehan waktu mempunyai cukup jauh dengan motor yang lain. Apakah protes itu faktor digdayanya Dayang Sumbi di beberapa event atau memang hanya karena tampak luar yang terlihat knalpot kawaharanya tidak lazim penempatannya di karenakan perubahan lubang exhaust ke tengah saja. Sebab di kelas ini motor diwajibkan menggunakan knalpot Kawahara.

Ada hal lucu yang terjadi di ajang protes ini. Yang hanya berorasi tanpa adanya layangan protes resmi. Ketangguhan motor Matic 200 cc tim Bank BJB GBU RTP6 OP27 Jet Up memang tidak perlu dipungkiri. Dan istilah semakin tinggi pohon semakin banyak angin yang menerpa itu ada dan terjadi.

Beberapa protes yang dilayangkan tidak sesuai peraturan ajang balap yang sudah berjalan bertahun tahun. ” Lucunya mas protes tidak resmi lagi, hanya bicara lisan ke pimpinan lomba dan scrut kalo menurut saya ada mekanismenya untuk protes karena ini balapan tahun 2019 loh mas bukan tahun 90an ” jelas RTP.

Memang seharusnya protes dilayangkan harus mengikuti beberapa tahap. Dan hampir tim tim besar seharusnya mengetahui tata cara protes. Yang mana hal itu harusnya terjadi ketika ada yang protes kepada tim Bank BJB GBU RTP6 OP27 Jet Up.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here