Meskipun Terbatas Sarana Latber di Perbatasan Tetap Berlangsung. Sawah Kering Jadi Sirkuit

0
96
Meskipun Terbatas Sarana Latber di Perbatasan Tetap Berlangsung. Sawah Kering Pun Jadi Sirkuit
sss

OtomotifZone.com-Ciamis. Latihan Bersama atau Latber berlangsung di Dusun Garatengah Desa Sukasari Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis pada Hari Minggu (15/09). Uniknya gelaran Latber dilaksanakan pada lahan sawah yang kering karena kemarau.

Selain berada pada hamparan sawah kering, letak sirkuit pun jauh dari pusat kota Ciamis. Letaknya berada pada perbatasan Kuningan dan Dayeuhluhur Jawa Tengah. Hanya dibatasi oleh Sungai Cijolang yang airnya surut karena kemarau.

Meskipun Terbatas Sarana Latber di Perbatasan Tetap Berlangsung. Sawah Kering Pun Jadi Sirkuit

Namun meskipun berada di daerah perbatasan serta terpencil, gelaran Latber berlangsung seru. Penonton dan pembalap pun ramai berdatangan dari berbagai daerah dari Jawa Barat maupun Jawa Tengah.

Latihan Bersama tersebut layaknya gelaran resmi. “Dari daerah seperti inilah akan lahir para pembalap berbakat yang berprestasi,” jelas salah satu tokoh otomotif senior Abah Aceng Marani. Abah membantu panitia sehingga latihan bersama berlangsung sukses.

Sementara itu Ketua Panitia Iza Wartija berharap agar pihak terkait dalam hal ini Ikatan Motor Indonesia Pengprov Jabar lebih perhatian pada gelaran di daerah. “Harapannya agar IMI lebih merakyat dan turun ke daerah agar para pembalap daerah lebih terfasilitasi,” jelas Iza.

Meskipun Terbatas Sarana Latber di Perbatasan Tetap Berlangsung. Sawah Kering Pun Jadi Sirkuit

Adanya gelaran latihan bersama menurut Kepala Dusun setempat menjadi salah satu cara untuk promosi daerah. “Ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan potensi yang berada di daerah kami, dan mengembangkan destinasi wisata alam yang baru,” jelas Kepala Dusun Garatengah Asep Suryaman.

Para pembalap yang akan latihan harus menempuh dengan jarak tempuh kurang lebih 1 jam dari pusat kota Ciamis. Dan turunan curam pun saat menuju sirkuit menanti. Sebaliknya tanjakan terjal dengan cor tembok harus dilalui saat selesai latber.

Menurut kepala dusun, atas nama masyarakat berharap terdapat perbaikan untuk akses jalan. “jalan cor tembok masih kurang maksimal sehingga dengan adanya gelaran ini kami berharap agar pemerintah kabupaten ataupun pihak terkait untuk meningkatkan pada akses jalan,” jelas Agus.

Begitu pun dengan akses menuju Kuningan dan Dayeuh Luhur Jawa Tengah yang dihubungkan dengan jembatan gantung yang sebagian bantalannya mulai lapuk. Apalagi jembatan gantung tersebut sering dilalui oleh motor.

Penulis: Yeyep Ardiansyah | Foto: Yeyep Ardiansyah 

Bagi Otozoners yang senang dengan semua tulisan Yeyep Ardiansyah maupun “ngefans” dengan Kang Yeyep, Otozoners bisa membacanya artikel-artikelnya melalui link Yeyep Ardiansyah (klik!).

Imola Syndrome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.